Edisi 16-01-2018
Nokia 2 Incar Pasar Entry Level


NOKIA kembali ke pasar Indonesia sejak akhir 2017 melalui Nokia 3, 5, 6 yang bersistem operasi Android dan model feature phone 3310 yang disegarkan dengan layar warna.

Pekan lalu, perusahaan yang kini lisensinya dimiliki HMD Global tersebut mengenalkan kehadiran Nokia 2 di pasar Indonesia. Nokia 2 tetap menggunakan sistem operasi Android, walau ponsel tersebut berada di hierarki terendah di keluarga Nokia Android. Ditujukan untuk pasar kaum muda dan entry level, banderol harganya hanya Rp1,5 juta. Dibanding keluarga Nokia Android lainnya, Nokia 2 memang paling terjangkau. Tetapi, memang fiturnya tidak bisa disebut kompetitif dibandingkan kompetitor yang ada di pasaran, terutama keluaran Tiongkok, misalnya Xiaomi Redmi 5A atau Advan i5C Plus.

Nokia 2 mengusung layar 5 inci (1.280 x 720 piksel) dengan prosesor Snap dra - gon 212, RAM 1 GB, media penyimpanan 8 GB, dukungan dual SIM card dengan 4G LTE, serta kamera 8 MP dan 5 MP. Salah satu fitur pembeda mungkin baterainya yang terbilang jumbo, berkapasitas 4.100 mAh, yang diklaim sanggup memberikan daya tahan selama dua hari dalam sekali charge . “Konsumen Indonesia banyak mau. Dengan Nokia 2, mereka bisa melakukan itu karena baterainya tahan lama,” ungkap Country Manager HMD Global Indonesia Mark Trundle. Selain baterai, menurut Mark, keung gulan Nokia 2 ada pada casing -nya.

“Yang dibuat dari satu blok aluminium utuh, ditambah kaca antigores Gorilla Glass, ponsel ini sangat tangguh,” ungkapnya sembari menyebut bahwa HMD Global ingin mengulang standar tinggi yang dimiliki ponsel Nokia pada masa lalu. Keunggulan lainnya adalah sistem operasi Android versi murni dari Google tanpa adanya kustomisasi pada UI atau aplikasi ataupun bloatware yang di - sebut Mark dapat memperberat kinerja ponsel. “Kami memberikan Android apa adanya seperti yang diinginkan Google. Ada Google Assistant hingga Google Pho - tos,” ungkap Mark. Versi OS yang di ja lan - kan Nokia 2 adalah Android 7.1.1 Nougat. HMD Global memastikan OS Nokia 2 akan diperbarui ke Android 8.1 Oreo.

Mark juga menyebut bahwa Nokia memiliki kelebihan sendiri, bukan sekadar membanding-bandingkan spesifikasi teknis. Saat ini Nokia 2 sudah dapat dibeli di situs e-commerce JD.id dan akan tersedia secara luas di pasaran Indonesia pada 30 Januari mendatang. Walau memang tidak bisa diadu spesifikasi seperti yang biasa dilakukan konsumen Indonesia dalam memilih ponsel, Nokia percaya diri dengan strateginya sendiri untuk melakukan penetrasi di pasar Indonesia. Berhasil atau tidak, tentu harus diuji terlebih dulu. Karena produk mereka masih sangat baru di pasar lokal, kembalinya Nokia pun masih belum banyak orang yang tahu.

Paling tidak, Nokia sudah menaruh harapan besar dengan membawa produk ponsel 4G LTE mereka di Indonesia. Yang artinya semua produk Nokia telah dirakit lokal dan memenuhi TKDN, tepatnya lewat kerja sama dengan PT Satnusa yang juga merakit ponsel Xiaomi.

Danang arradian