Edisi 16-01-2018
Telkomsigma Kenalkan Layanan Mobile Cloud


SEBAGAI salah satu perusahaan IT terbesar di Indonesia dengan layanan yang berfokus pada cloud dan data center , PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) terus melakukan inovasi.

Salah satunya dengan merilis aplikasi kolaborasi Mobile Cloud. Mobile Cloud dirancang untuk dapat dipakai individu, pebisnis, maupun business to business to customer (B2B2C). Layanan tersebut melebur sejumlah aplikasi dalam satu platform sehingga disebut kolaborasi. Di dalamnya ada fitur seperti email, chat , serta penyimpanan data daring (online storage ). Karena sifatnya yang software as a service (SaaS) cloud , maka aplikasi Mobile Cloud dapat diakses di perangkat apa saja.

Menurut Direktur Solution Operation Telkomsigma Achmad Soegiarto, kehadiran Mobile Cloud tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia. Fiturnya juga dapat dibandingkan dengan pemain aplikasi kolaborasi lainnya. “Mobile Cloud akan menjadi fondasi kuat bagi entitas bisnis di Indonesia untuk menuju full digital ,” ungkapnya. CEO Telkomsigma Judi Achmadi menambahkan, teknologi Mobile Cloud ditopang infrastruktur Data Center Telkomsigma yang telah tersertifikasi sebagai Data Center Tier III Facility dari lembaga internasional, Uptime Institute. Begitu pun dukungan dari Telkom Indonesia.

“Saat ini Mobile Cloud sudah tersedia di Google Play Store untuk dapat digunakan secara gratis. Kami ingin memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mendapat pengalaman digital terbaik dalam berkolaborasi,” ujarnya. Rencananya Mobile Cloud tersedia dalam versi berbayar dengan paket-paket yang disesuaikan untuk pasar Indonesia, terutama bagi pengguna yang memiliki kapasitas tambahan. Bagi pengguna UKM maupun korporat, Mobile Cloud juga akan tersedia sebagai platform yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis, baik melalui skema lisensi maupun whitelabel .

Aplikasi Mobile Cloud juga diharapkan dapat membawa masyarakat Indonesia yang terbiasa menggunakan layanan public cloud asing untuk dapat berpindah memanfaatkan produk karya anak bangsa. “Telkomsigma akan terus berupaya menyediakan berbagai produk dan layanan inovatif berbasis ICT yang profesional dan andal untuk mendukung transformasi digital bagi semua pelaku industri dan pengguna perorangan di Indonesia,” ungkap Judi.

Bisnis pusat data dan teknologi komputasi awan (cloud computing ) di Indonesia memang terus berkembang. Tingkat pengembalian modal investasi (ROIC) bisnis pusat data dan teknologi kumputasi awan di Indonesia mencapai 11,6% atau tertinggi di Asia Pasifik. Di Indonesia, pemain terbesar saat ini adalah Telkomsigma dengan 100 klien komputansi awan, mulai UMKM hingga perusahaan besar nasional.

Pada 2014 nilai transaksi pasar pusat datar dan komputasi awan Indonesiadiperkirakan sebesar Rp4,4 triliun. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasar pusat data Indonesia diprediksi tumbuh sekitar 20% per tahun dalam periode 2015-2107 seiring berkembangnya teknologi digital dan online . Saat ini industri pusat data di Indonesia dapat disebut masih dalam fase awal, dengan 60% aktivitasnya terpusat di Jakarta.

Danang arradian





Berita Lainnya...