Edisi 25-01-2018
Sumber TPPU Bupati Kukar dari Sejumlah Pengusaha


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya sejumlah pengusaha dan perusahaan kontraktor yang memberikan uang gratifikasi kepada Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur nonaktif Rita Widyasari yang menjadi sumber tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan pihaknya terus melakukan pendalaman dan penelusuran lebih lanjut terkait tiga kasus yang disangkakan Rita Widyasari. Tiga kasus tersebut yakni dugaan penerimaan suap, penerimaan gratifikasi, dan TPPU.

Febri mengungkapkan, dari hasil penelusuran dan pendalaman sebelumnya diduga ada sejumlah pengusaha dan perusahaan kontraktor yang memberikan gratifikasi. “Penyidik mendalami informasi dugaan pemberian gratifikasi dari sejumlah kontraktor kepada tersangka RIW,” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin.

Febri menegaskan sejumlah kontraktor tersebut merupakan rekanan atau pemenang tender sejumlah proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kukar yang dijadikan saksi.

Dia mencontohkan, kemarin penyidik memeriksa Agus (pengurus PT Aset Prima Tama), Budi (pengurus PT Budi Indah Mulia Mandiri), Budi (pengurus PT Budi Bakti Prima), dan Bambang (pengurus PT Wijaya Karya (persero) Tbk Cabang Samarinda).

“Penyidik masih mendalami terkait penerimaan dan kepemilikan aset tersangka RIW sesuai pasal yang disangkakan, yaitu Pasal 12B dan TPPU,” tegasnya. Sumber internal bidang penindakan KPK menyampaikan, pihaknya sudah memiliki sejumlah data kepemilikan aset-aset di luar yang tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Rita Widyasari.

Misalnya data transaksi keuangan, catatan keuangan, dan dokumen-dokumen lainnya yang mendukung dugaan penerimaan suap, gratifikasi, dan TPPU. Data tersebut berasal dari beberapa institusi yang saling berhubungan.

Mulai data dari PPATK terkait transaksi keuangan melalui perbankan dan sistem keuangan lainnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait bangunan dan tanah, hingga dari hasil penyitaan KPK saat penggeledahan.

Dari berbagai penerimaan terindikasi korupsi, ada yang dipergunakan Rita untuk berbagai kepentingan, di antaranya untuk perawatan kecantikan Rita di Dokter Sonia Grania Wibisono.

sabir laluhu