Edisi 26-01-2018
Gubernur Aher Kepincut Teknik Pengendalian Hama di Australia


RIVERLAND –Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengunjungi Loxton Research Center di Riverland, Australia Selatan, Kamis (25/3).

Dalam lawatan kerjanya itu, Aher ter tarik dengan teknik pengenda li an hama lalat buah lewat pe nerapan teknologibiosecurity ste rile insect (serangga yang disterilkan). Kunjungan Aher ke Ri ver land merupakan bagian dari kerja sa - ma sister province antara Pro vinsi Jabar dan Australia Selatan yang telah terbangun sejak 2015. Dalam lawatannya itu, Aher di dam pingi istri Netty Pr asetyani dan sejumlah delegasi lain. Seusai meninjau langsung ke - bun citrus, Aher langsung melanjutkan perjalanannya ke Lox - ton Research Center. Kehadiran Aher di pusat penelitian itu di - sam but Loxton and Waikerie Mr Mayor Leon Stasinowsky.

Menurut Leon, Pemerintah Australia Selatan meng ha bis - kan dana hingga AUS 5 juta do - lar setiap tahunnya untuk pe na - nganan hama, yang meliputi upaya pencegahan, pencarian, dan pembasmian hama, ter uta - ma hama lalat buah yang kerap mengganggu produksi buahbuahan. “Saya sebagai major sangat sa - dar terkait produk pertanian dan sangat sadar kalau hama lalat bu - ah harus dicegah untuk me ning - katkan produksi pasar inter nasio nal, lokal, maupunkawasanini (Riverland). Pe merintah menghabiskan 5 juta do lar setiap ta - hunnya hanya untuk memberantas hama ini,” pa par Leon.

Leon melanjutkan, selain meng gelontorkan anggaran yang cukup besar untuk pe - ngenda lian hama, Pemerintah Australia Selatan pun me nge - luar kan kebijakan ketat terkait pen cegahan hama tanaman. “Berdasarkan peraturan pe - me rintah, kami membangun pusat-pusat karantina di se - jumlah titik menuju kawasan per tanian. Di pusat karantina ter sebut, warga harus me ma - kan atau membuang buahbuah an maupun sayuran secara sukarela yang mereka bawa dari daerah lain,” paparnya. Sementara itu, Manager, Plant, and Food Standards Bio - se curity SA Geoff Raven me ma - parkan, biosecurity sterile insect merupakan langkah jitu untuk mengendalikan hama lalat bu - ah. Saat lalat buah mewabah, ka - ta Geoff, lalat-lalat yang telah disterilisasi (mandul) tersebut kemudian dilepasliarkan.

“Saat la lat mewabah, kita le - paskanseribuanlalatsterilini. La - lat yang menyerang kebun akan dibiarkan kawin dengan lalatlalatsterilinihinggame re kati dak bisa berkembang biak dan ma ti dengan sendirinya,” ujarnya. Sementara itu, Aher meng - aku sangat terkesan dengan tek nik pengendalian hama yang digagas Loxton Research Center ini. Bahkan, Aher meng - inginkan teknik biosecurity ste - ri le insect ini diterapkan di pro - vin si yang dipimpinnya.

“Selain mengusahakan lalatlalat steril, kami juga mem bu - tuh kan kerja sama untuk meng - hasilkan cairan kimia untuk me - nangkap lalat buah. Dengan dua cara itu, kami yakin akan sangat menolong petani dalam me - ning katkan produksi,“ papar Aher seraya mengakui pem ba - ngun an pusat karantina tidak memungkinkan karena ba nyak - nya kawasan pertanian yang ter - cecer di Jabar. Setelah mengetahui lebih da lam pengelolaan tanaman buah-buahan, termasuk pe - ngen dalian hamanya, Aher meng aku semakin yakin jika buahbuahan impor asal Australia pa - ling sehat dibandingkan buah im por dari negara lain.

“Dengan penjelasan ini, saya menangkap beberapa buah impor dari beberapa negara. Tapi dengan sistem pengendalian ini, kami meyakini buah-buah an dari Australia ini paling sehat untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Agung bakti sarasa