Edisi 29-01-2018
Dulu Sering Beri Tausiah Agama, Terkesan Bertemu Teman Lama


Bagi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Kota Sydney, Australia, bukan tempat yang asing. Karena sebelum menjabat sebagai gubernur, Aher- sapaan akrab Ahmad Heryawan- pernah tinggal di Sydney.

Selama menjabat sebagai gubernur, Aher juga sudah beberapa kali mengunjungi Sidney untuk menjalankan tugas kedinasan. Salah satu tempat yang sangat berkesan bagi Aher ketika berkunjung ke Sydney Masjid Al-Hijrah yang berada di kawasan Tempe, Sydney. Di masjid yang kerap disebut Masjid Tempe itu, Aher pernah bermukim. Tepatnya 1997 silam, Aher sempat tinggal hampir satu bulan lamanya di Masjid Al- Hijrah, Tempe, Sydney, Australia. Di masjid tersebut, Aher kerap memberikan tausiah kepada para jamaah masjid yang tergabung dalam Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) Masjid Al- Hijrah itu.

“Alhamdulillah, sudah cukup lama, 1997. Sekitar 20 hari saya tinggal di sini,” ungkap Aher saat bersilaturahmi dan memberikan tausiah kepada masyarakat muslim Indonesia di Masjid Al-Hijrah, Sabtu (27/1/2018). Kehadiran Aher di Masjid Al-Hijrah merupakan bagian dari rangkaian lawatan kerjanya di Australia terkait Program Sister Province antara Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Australia Selatan sejak 23-28 Januari 2018. “Dengan silaturahmi, semoga kita mendapat tambahan rejeki dan umur. Sebab, barang siapa yang ingin dibukakan pintu rezeki dan dipanjangkan umurnya maka seringlah bersilaturahmi,” tutur Aher.

Dalam kesempatan itu, Aher mengapresiasi sikap masyarakat Indonesia yang merantau atau menetap di Australia. Dia berharap, masyarakat Indonesia yang belajar, bekerja, maupun menetap di Australia menjadi orang-orang sukses. Tidak hanya sukses secara ekonomi, melainkan juga sukses agama maupun pendidikannya. “Bagi yang menetap harus punya cita-cita yang tinggi. Gubernur Australia Selatan saja aslinya dari Vietnam, dia dan istrinya itu orang perahu. Kenapa tidak warga Indonesia jadi gubernur di sini,” tutur Aher tersenyum.

Aher mengatakan, masyarakat Indonesia sebenarnya agak terlambat berdiaspora ke negara-negara lain. Sementara itu, Presiden CIDE Masjid Al-Hijrah Ichsan Akbar menyebutkan, saat ini sekitar 6.000 masyarakat muslim Indonesia tinggal di Australia. Mereka umumnya tersebar di tiga kota besar, yakni Sydney, Melbourne, dan Perth. “Secara kuantitas, perkembangan muslim Indonesia yang datang sebagai student ataupun menetap cukup signifikan,” ungkapnya. Di Sydney, kata dia, terdapat empat masjid yang semuanya menjadi pusat dakwah dan pendidikan Islam. Menurut dia, selain sebagai pusat ke gia t an Islam, masjid juga menjadi tempat berinterak si serta membangun kebersamaan di antara para pe ran tau muslim asal Indonesia di Australia.

Heryawan, salah seorang anggota CIDE, meng ungkapkan rasa bangganya terhadap Aher yang mau menyem pat kan diri kembali bersila turahmi ke Masjid Al-Hijrah di sela-sela kesibukannya sebagai Gubermur Jabar. Dia pun mengenang masamasa dimana Aher sering memberikan tausiah kepada para jamaah Masjid Al-Hijrah.

“Tahun 1997, beliau adalah mentor kami. Beliau sebagai ustaz di sini. Beliau sempat kembali datang ke sini 2009 lalu (setelah menjabat Gubernur Jabar periode pertama). Dan sekarang beliau hadir lagi di sini, mengunjungi kami, terima kasih sudah me - nengok kami,” ungkapnya.

Agung Bakti Sarasa
Sydney