Edisi 13-02-2018
Benahi Lorong Jadi Indah, Jadikan Makassar Kota Dunia


JAKARTA– Pada saat baru dilantik pada tanggal 8 Mei 2014, Wali Kota Makassar Ir H Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) mengaku dirinya melihat banyak persoalan yang harus segera ditanganinya.

Danny Pomanto yang sebelumnya berlatar belakang se orang arsitek dan man tan mahasiswa ju rus an arsitektur di, Ma - kassar, berusaha men ja wab segala persoalan ter sebut. “Sebagai pemimpin maka punya tangung ja - wab. Penguasaan pe me - rin tah an di per lu kan dalam hal ini. Nah, me - lalui hasil riset, kami meng ha sil kan visi Kota Ma kassar, yakni men ja dikan Ma kas - sar kota dunia. Kota dunia me nyangkut pe la yan an publik. Kota nya man ter kait kenyamanan, nasib masyarakat antar ras, golongan, dan umur,” kata Danny Po man to saat memaparkan visi, misi dan pencapaiannya dalam Pro gram Indonesia Vi sio nary Leader Tahap 2 yang di gelar di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Rabu (24/1).

Misi pertama yang dilakukan Danny yakni melakukan perubahan wajah Kota Makassar. Danny me re - konstruksi Makassar dengan meng - gu nakan standar World Bank. Yak ni, merestorasi tata ruang Makassar untuk menjadi kelas nyaman dunia. “Saya berusaha menjadikan Ma kas - sar menjadi kota nyaman, jadi kami bisa tinggal di suatu titik dan semua dapat terlayani dengan baik,” kata pria kelahiran di Makassar, Sulawesi Selatan, 30 Januari 1964. Selanjutnya, Danny, me lun cur - kan program 100 Inovasi untuk Ma - kas sar. Dia secara progresif men do - rong perbaikan di semua aspek ke - hidupan agar jadi lebih baik 2 kali lipat dari sebelumnya. Caranya yaitu dengan memicu focusing program di 50 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) unyuk berinovasi.

“Bagaimana cara menemukan inovasi? Seluruh SKPD mencari isu. Selanjutnya mengkoding isu, lalu cari solusinya untuk terlibat. Nah dari beragam diskusi akan me ne mu kan inovasi,” kata Danny. Inovasi menjadi branding yang di - usung Danny dalam menjalankan roda pemerintahan. Setelah me nemukan inovasi, selanjutnya Danny menindaklanjuti dengan me nerapkan aplikasi untuk mem permudah pelayanan bagi ma syarakat. Dari aplikasi inilah se lan - jut nya Pemkot Makassar mem pu nyai big data berisi real time ke sehatan, real time kondisi rumah sakit (RS), dan real time pemadam kebakaran. Selain itu, Danny juga membuat platform bernama Sombere, berisi bu - daya khas Makassar.

Lalu ada la yanan homecare, berupa telemedicine dengan nomor telepon 112, layanan gratis ambulans. Bahkan apabila ada warga terindikasi penyakit jan tung maka bisa menggunakan tele-EKG. “Selama tahun 2016, sudah di la kukan 600 homevisit dengan 48 armada. Semua pelayanan publik ini ter data di 112,” ujar Danny. Danny memastikan bahwa orang Makassar yang tinggal dan hidup di Makassar pasti mencintai Makassar. Orang Makassar bersifat independen, plural dan nasionalis. Dari seluruh penduduk Kota Ma kassar yang ber - jumlah 1,6 juta war ga, semuanya memiliki sense of be longing tinggi. “Ada rasa malu kalau tidak berbuat baik,” ujar Danny.

Menurut Danny, dalam men-drive masyarakat agar mau berubah ke arah yang lebih baik, caranya ada lah dengan melakukan komunikasi sim patik. Yakni, mengajak ma sya ra kat agar bisa ikut berpartisipasi dan ber inisiasi dalam melakukan ber macam inovasi yang bermanfaat bagi lingkungannya sendiri. Salah satu contohnya adalah meng - ubah lorong-lorong di Kota Makassar menjadi kawasan yang lebih ramah, indah dan menarik. Masyarakat diajak terlibat me na nam cabai di pinggiran lorong-lo rong. Ahli tanaman cabainya di am bil dari kampus yang kemudian men-tranining warga di lorong. Ke - mudian warga diajak memperindah lorong dengan mengecat mewarnai dinding dan lantai lorong-lorong.

Da - lam program membenahi lorong ini, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan warga setempat juga terlibat. Hasilnya tercipta Makassar Lorong Garden, Lorong Sehat, Lo rong Keluarga Berencana (KB), Golo Rong yakni se pak - bola di lorong (tanpa lapangan rumput), Badan Usaha Lorong, Singara’na Lo rong Ta, hingga Aparong (apartemen lorong). “Bagi saya, filosofi membangun Makassar sama dengan membenahi pe - merintahan dengan brain, membenahi rak yat sama dengan membenahi sel. Lorong adalah city sell. Jadi dengan membenahi city sellberarti bisa me ning - katkan kehidupan warga,” pungkas Danny.

Nuriwan trihendrawan/ tim litbang koran s