Edisi 13-02-2018
Presiden: Tindak Tegas Pelaku Kekerasan


JAKARTA – Penyerangan terhadap sejumlah tokoh lintas agama di beberapa tempat dinilai membahayakan bagi kerukunan yang telah dibangun selama ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar aparat terkait menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan penyerangan.

Presiden mengaku telah meng - instruksikan pihak berwenang untuk segera mengusut tuntas dan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. ‘’Saya sudah perintahkan kepada apa - rat untuk bertindak tegas dan negara menjamin penegakan konstitusi secara terus-me ne - rus dan konsekuen,’’ katanya di Gedung Pancasila, Kemen te - rian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan ter se but, Jokowi menegaskan bahwa ne - gara menjaminkebebasansetiap warga negara untuk me me luk dan beribadah sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Jaminan ini sebagai ma na ter - tuang di dalam kons titusi yakni UUD 1945.

“Sebab itu, kita tidak memberikan tem pat secuil pun pada orang-orang yang me la ku - kan, mengembangkan, dan menyebarkan in to leransi di negara kita,’’ ungkapnya. Mantan wali Kota Solo ter - sebut juga mengatakan, In do - ne sia sebagai bangsa yang ma je - muk dapat hidup ber dampingan puluhan tahun lamanya. Na - mun, apa yang terjadi di Indo - nesia sebenarnya juga dialami oleh negara lain karena ada keterbukaan informasi. ‘’Sekali lagi perlu saya sam - paikan, tidakadatempat bagi me - reka yang tidak mampu ber to le - ransi di negara kita, Indo nesia. Apalagi dengan cara-cara kekeras an. Berujar saja tidak, apalagi dengan kekerasan,’’ tuturnya.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wi ranto mengaku belum dapat me - mastikan apakah penyerangan yang ter ja di di beberapa daerah bermotif politik. Namun, ber - dasarkan lapor an kepolisian, penyera ng an di Gereja St Lid - wina, Bedog, Gam ping, Sleman, DIYpada Minggu (11/2) murni aksi terorisme. ‘’Hasil penyelidikannya iya, dia (pelaku penyerangan) te ro - ris. Hanya sekarang apakah lone wolfatau apakah dalam jarin g - an. Baru ada satu pendalaman. Tapi iya, itu teror, aksi teror murni. Ini ada pendalaman,” ungkapnya. Adapun peristiwa di Jawa Ba - rat dan Tangerang Selatan ma sih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Wiranto menga - ta kan, kepolisian tengah men - coba mengungkap apakah ke ja - dian penyerangan pemuka aga - ma merupakan kelompok yang sama. Karena itu, dia me minta agar jangan ada spekulasi ter le - bih dahulu sebelum ada la por an resmi dari pihak kepolisian. “Menunggu kepolisian meng ungkap apakah ini me ru - pa kan satu rangkaian kejadian yang disengaja oleh kelompokkelompok tertentu yang akan mengganggu pilkada atau me - rupakan ihwal yang insidentil situasional,” paparnya.

Sementara itu, Kemente ri an Dalam Negeri mening kat kan kinerja forum kerukunan umat beragama di daerah dan telah meminta aparat untuk me la ku - kan antisipasi keamanan di da erah. “Kemarin kita un dang ke pa - la Badan Nasional Pe nang gu - langan Terorisme (BNPT) untuk menjelaskan area-area rawan,” ujarnya. Menteri Dalam Negeri (Men - dagri) Tjahjo Kumolo meng akui bentuk ancaman dan gangguan jelang konsolidasi demokrasi seperti pilkada dan pemilu ber - macam-macam. Mulai dari be - ritakebencian, fitnah, sampaian - caman teror.

“Saya belum me li - hat ke arah sana. Masih kasuistis. Tapi, memang sudah pada tahap yang harus diantisipasi dan me - ningkatkan kewaspadaan. Kare - na apa pun setiap WNI punya hak dan mendapatkan perlindungan untuk melaksanakan ibadahnya masing-masing,” ucapnya. Terpisah, Polda DIY masih mendalami motif penyerangan kepada romo dan umat Gereja St Lidwina. Kapolda DIY Brig jen Pol Ahmad Dhofiri menga ta kan, penyidik sudah meminta kete ra - ngan 11 saksi untuk me ngetahui latar belakang pelaku penye ra - ng an, Suliyono, 23, war ga Kra - jan, Kandangan, Pa sanggrahan, Banyuwangi, Jawa Timur. Kapolda menambahkan, kondisi tersangka pascamenjalani operasi pengambilan pelu - ru di lutut kanan sudah mulai membaik.

‘’Segera kami periksa intensif,” janjinya. Sebelumnya juga terjadi penganiayaan terhadap Pim - pinan Pondok Pesantren Al- Hidayah, KH Umar Basri, seusai melaksanakan salat subuh di Musala Al-Mufathalah, Cica - leng ka, Bandung, Jawa Barat (28/1). Berikutnya Ustad R Pra - woto yang merupakan kepala operasi brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) te - was setelah dianiaya oleh orang tak dikenal (1/2). Kemudian ter jadi persekusi terhadap seorang biksu ber na ma Mulyanto Nurhalim yang di pak - sa warga untuk mening gal kan rumahtempat tinggalnya sendiri diDesaBabat, Keca mat anLegok, Tangerang, Banten hanya karena sering melakukan ibadah ke - agamaan di rumah tersebut.

‘’Kami mencatat persekusi, ke kerasan, dan intimidasi khususnya yang menimpa kelom - pok agama atau kepercayaan ter - tentu masih terus terjadi,’’ kata Koor dinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Ke ke - ras an (KontraS) Yati Andriyani.

Dita angga/ binti mufarida/ priyo setyawan