Edisi 13-02-2018
Pemerataan Ekonomi Solusi Jangka Panjang Atasi Gizi Buruk


Masalah gizi buruk mencuat ke permukaan belakangan ini dan menjadi persoalan serius yang ramai dibicarakan.

Hal yang paling disoroti melalui media sosial maupun pemberitaan media massa adalah sensitivitas pemerintah terhadap penyelesaian masalah gizi buruk. Pemerintah dianggap lamban dalam bergerak menyelesaikan masalah kesehatan ini terutama setelah mencuatnya kasus Asmat, Papua. Kasus gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat ini juga turut mengundang komentar berbagai pihak, termasuk komisioner HAM PBB Raad al-Hussein. Dia mengaku mendengar kabar terjadi gizi buruk yang parah di Papua (Sindonews.com , Rabu, 7 Februari 2018).

Ini menandakan bahwa kasus gizi buruk ini salah satu masalah serius yang harus segera ditangani secara cepat oleh pemerintah. Selain persoalan kesehatan seperti kelaparan, kekurangan gizi serta masalah kesehatan lainnya yang dapat mendatangkan gizi buruk. Persoalan gizi buruk tidak bisa dilihat masalahnya hanya dalam satu aspek, misalnya kesehatan. Aspek lain juga dapat menyumbang masalah gizi buruk termasuk persoalan ekonomi. Pembangunan infrastruktur untuk menekan kesenjangan sosial penting dilakukan karena akan menopang distribusi makanan dan kebutuhan pokok lainnya.

Soal tanggung jawab menciptakan pelayanan kepada masyarakat tidak saja dari pemerintah pusat, melainkan juga pemerintah daerah. Apalagi, Papua yang berstatus daerah otonomi khusus mendapatkan anggaran hingga triliunan rupiah setiap tahun yang antara lain bertujuan membiayai pendidikan dan kesehatan warga setempat. Gizi buruk adalah masalah kita semua yang perlu untuk dituntaskan sesegera mungkin. Kasus gizi buruk di Indonesia seperti sebuah hal yang lucu mengingat negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah. Ini pertanda bahwa pertumbuhan ekonomi seperti pemerataan infrastruktur masih belum maksimal.

Mengacu pada fakta ini, setidaknya penyelesaian kasus gizi buruk ini bisa menggunakan dua pendekatan, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek, yakni memenuhi kebutuhan akan gizi seperti konsumsi makanan bergizi, obatobatan, dan lain-lain. Sementara penyelesaian jangka panjang lebih pada memacu pertumbuhan ekonomi. Pemerintah perlu melakukan terobosan yang lebih untuk membangun infrastruktur dan bekerja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata. Ketika ekonomi tumbuh baik di daerah yang selama ini dicap tertinggal, antara lain Papua dan daerah lain di Indonesia timur, maka harapan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat juga bisa terwujud.

Gizi buruk adalah satu dari sekian masalah yang ditimbulkan karena kesenjangan ekonomi selain banyak persoalan lain yang dapat mencuat. Wajiblah bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk bahumembahu melawan gizi buruk ini agar anak Indonesia bisa tumbuh lebih sehat, kuat, dan cerdas. Anak yang tumbuh sehat akan melahirkan generasi tangguh dan siap membawa Indonesia bersaing di kompetisi global.

Hilful Fudhul
Mahasiswa











Berita Lainnya...