Edisi 13-02-2018
Pemerintah Kembangkan KEK Arun


JAKARTA– Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam.

Hal ini ditandai dengan rencana pengembangan KEK Arun Lhokseumawe melalui per jan - jian kerja sama kegiatan ope - rasion al barang milik negara (BMN) berupa aktiva kilang LNG Arun. Pelaksanaan kerja sama ini dilakukan antara Lembaga Ma - na jemen Aset Negara (LMAN) dengan PT Patriot Nusantara Aceh (PT Patna) sebagai Badan Usa ha Pembangun dan Penge - lo la KEK Arun Lhokseumawe. Menteri Koordinator Bi - dang Perekonomian Darmin Na sution mengatakan, pe - ngem bangan KEK merupakan upaya khusus untuk mem fa si - litasi pertumbuhan ekonomi yang tidak Jawa sentris. Pe - ngembangan KEK di Pulau Jawa hanya difokuskan di bidang jasa, sementara sektor industri terpusat di luar Pulau Jawa.

“Kalau dibuka KEK yang bi - dang industri di Pulau Jawa, ka - wasan yang di luar Jawa tidak akan jalan atau laku. Di Pulau Jawa sekarang ada KEK Tan - jung Lesung di Banten itu paling besar. Di Sumatera sudah mulai jalan beberapa, ada Sei Mangkei pengelolaan hilirisasi kelapa sawit dan karet. Kemudian ada juga yang sudah berjalan Tan - jung Kelayang di Belitung, pari - wisata,” ujar Darmin dalam ri - lis nya di Jakarta, kemarin. Darmin mengapresiasi atas perkembangan yang telah di - capai KEK Arun Lhokseu ma - we. Menurutnya, KEK Arun Lhok seumawe ber kem bang ce pat. Terlebih masalah lahan yang sela ma ini menjadi ken - dala pengembangan telah rampung.

“KEK Arun Lhokseumawe ber untung karena lahannya dari awal sudah beres. Ini adalah la han negara yang kemudian dimasukkan untuk dikembangkan menjadi KEK,” ungkapnya. Darmin mengatakan, ne ga - ra tetangga pun telah me ngem - bangkan kawasan ekonomi di sepanjang Selat Malaka, seperti PSA Singapore, Iskandar (IRDA), Port Klang, Port Carey dan Port Pelepas. Oleh karena itu, dia meminta peran aktif ad - ministrator KEK Arun Lhok - seu mawe dalam mengundang investor untuk datang.

“Kita ha rus lebih menarik dari mereka, seperti pelayanan perizinan in vestor. Dengan demikian, tu juan percepatan pengembangan industri di luar Jawa bisa terlaksana,” kata Darmin. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penan da tang - an an Nota Kesepahaman Ker ja - sama Investasi antara PT Pe lindo I dengan empat calon in ves - tor di KEK Arun Lhokseumawe. Pertama, Pelindo I dengan PT Aceh Makmur Bersama men ca - kup pembangunan tangka tim - bun CPO dengan progres 40% dan beroperasi pada Mei 2018. Selanjutnya akan dikem bang - kan pengolahan turunan CPO di atas lahan seluas hingga 1,95 hektare (ha) dan diharapkan mulai beroperasi awal 2019.

Kedua, Pelindo I dengan PT Sinergi Tangguh Alam Raya di bi dang usaha Plywood dengan target pembangunan Juni 2018. Ketiga, Pelindo I dengan PT East Continent Gas Indo ne - sia di bidang usaha LPG pres - surized dan pabrik botting LPG yang ditargetkan mulai di ba - ngun pada Juni 2018. Keempat, Pelindo I dengan PT Prosperity Building Material di bidang logistik pengantongan semen yang akan mulai dibangun Juni atau September 2018 dan mulai beroperasi awal 2019. Direktur Utama LMAN Ra - ha yu Puspasari mengatakan, se tiap investor yang ingin me la - kukan investasi ke KEK Arun Lhokseumawe, maka harus me - la lui PT Patna yang sudah di tun - juk sebagai pengelola.

“PT Patna memiliki hak eksklusif me wa - kili KEK dengan LMAN sebagai pemilik aset. Hak eksklusifnya adalah setiap aset yang ada di LMAN nanti pola kerja sama de - ngan PT Patna dengan berbagai skema tentunya,” ungkapnya. Gubernur Aceh Irwandi Yu - suf mengatakan, prioritas in - vestasi yang akan di kem bang - kan di kawasan itu adalah bi - dang pengolahan ekspor migas dan energi, bidang petrokimia, bidang logistik dan pelabuhan, bidang industri pengolahan dan agroindustri, serta industri kertas.

“Sejalan dengan tujuan itu, kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak sehing - ga terbentuk administrator KEK Arun Lhokseumawe yang te lah mendapat limpahan ke - we nangan dari pemerintah pro - vinsi, kabupaten, dan kota di bi - dang perizinan. Adapun ke we - nangan dari BKPM dan Ke - mendag kepada administrator KEK Arun Lhokseumawe akan di lim pahkan akhir Februari 2018,” ujarnya. Total lahan KEK Arun Lhok - seumawe seluas 2.622,48 ha yang terdiri dari 906,32 hektare lahan kosong, milik PT Arun 540 hektare, milik Pertamina seluas 81 hektare, dan milik Pelindo 17,82 hektare.

“Lahan eks PT Arun yang di - kelola LMAN telah menda patkan persetujuan untuk di ma - suk kan dalam KEK Arun Lhok - seumawe melalui peraturan Menteri Keuangan dan surat direktur LMAN. Dengan status lahan yang tidak bermasalah, maka bisa memulai kerja investasi di kawasan KEK ini,” tuturnya.

Oktiani endarwati