Edisi 13-02-2018
Melawan Anak Bawang


TORINO– Bicara Liga Champions, Juventus memiliki pengalaman dan kematangan. Tiga musim terakhir, mereka dua kali melaju ke final meski akhirnya gagal mendapatkan gelar. Musim 2014/2015 dikalahkan Barcelona, sedangkan tahun lalu dihentikan Real Madrid.

Bandingkan dengan Tottenham Hots - pur. Saat Juve ke final, Tottenham bah - kan tidak bisa lolos dari jerat fase grup. Wakil Liga Primer itu menempati pe - ringkat 3 setelah gagal bersaing dengan Monaco dan Bayern Leverkusen. Di Liga Champions, prestasi terbaik The Lilywhites adalah menembus babak perempat final di musim 2010/2011 sebelum disingkirkan Real Madrid dengan agregat 0-5. Pendek kata, Tottenham ibaratnya hanya anak bawang di level Eropa. Dini hari nanti, Stadion Juventus akan menjadi panggung pertemuan pertama mereka di ajang Liga Champions, setelah keduanya samasama lolos ke babak 16 besar.

Juve lolos berstatus runner-up Grup D di bawah Barcelona, sedangkan Tottenham menjadi penguasa Grup H di atas Madrid. “Melawan Tottenham harus bisa lebih baik dibandingkan menghadapi Fiorentina,” kata Pelatih Juventus Massimiliano Allegri. Penting bagi La Vecchia Signora tak memandang enteng Tottenham. Juve memang memiliki catatan 16 per - tandingan tak kalah di se - mua kompetisi, men - cetak 29 gol, dan hanya kebobolan sekali. Tapi, bu - kan berarti Juve menepuk dada. Apalagi, kondisi Paulo Dybala dan Andrea Barzagli meragukan. Lebih parah, Juan Cuadrado, Blaise Matuidi, serta Benedikt Howedes dipastikan absen.

Pada saat bersamaan,The Lilywhites datang ke Italia dengan modal tak kalah besar. Pasukan Mauricio Pochettino belum kalah dalam 12 laga, dengan delapan kali menang dan tiga kali imbang. Tiga dari delapan kemenangan The Lilywhites diraih atas Manchester United, Arsenal, dan Liverpool. Tak kalah penting, Tottenham seperti punya kekuatan ekstra setiap bertemu wakil Italia di Liga Champions. Lihat saja catatan mereka saat bertemu Inter Milan dan AC Milan di Liga Champions musim 2010/2011. Di fase grup mereka finis di atas Inter dengan selisih satu poin dari La Beneamata. Kalah 3-4 di pertemuan pertama, Tottenham membalas di laga kedua dengan skor 3-1.

Setelah itu, Tottenham melaju ke babak 16 besar dan seperti takdir kembali bertemu wakil Seri A, Milan. Secara mengejutkan, meski sebagai debutan di babak 16 besar, mereka berhasil menundukkan Milan dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal Peter Crouch pada menit ke-80. Modal yang membuat Pochettino optimistis bertandang ke markas Juve. Menurutnya, jika bisa mengalahkan Arsenal atau MU, berarti mereka memiliki kualitas mengalahkan tim besar Eropa juga.

“Juventus tim besar dan terbaik di Eropa. Mereka memiliki pengalaman bagaimana cara berkompetisi di Liga Champions. Tapi, kami per caya diri dengan per forma kami dan siap men jalani laga kompetitif,” tandas Pochettino.

Ma’ruf