Edisi 13-02-2018
Fokus ke AFC


JAKARTA - Satu tiket partai final Piala Presiden 2018 sudah dalam genggaman Persija Jakarta. Hasil ini membuat Macan Kemayoran bisa fokus menghadapi penyisihan Grup H Piala AFC kontra Johor Darul Takzim di Stadion Larkin, Johor Bahru, Malaysia, Rabu (14/2).

Persija memastikan satu tiket final setelah menaklukkan PSMS Medan pada leg kedua semifinal Piala Presiden di Stadion Manahan Solo. Gol semata wayang Marko Simic pada menit ke-59 mengantarkan tim Ibu Kota menang agregat 5-1. Selanjutnya, Persija akan menantang pemenang antara Sriwijaya FC dan Bali United pada laga final yang rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2). Namun, sebelum memikirkan laga final, Pelatih Persija Stafeno ‘Teco’ Cugurra dihadapkan pada laga berat kontra tuan rumah JDT. Pasalnya, Persija dalam situasi kurang menguntungkan.

Seusai pertandingan kontra PSMS, skuad Macan Kemayoran langsung bertolak ke Johor Bahru, Malaysia via Singapura. Kondisi ini membuat pemain dibayangi kelelahan dan meningkatkan potensi cedera. Meski harus bermain tiga kali dalam lima hari, Teco menyatakan seluruh elemen tim tetap fokus menghadapi laga perdana Grup H Piala AFC. Dia meminta pemainnya tetap berkonsentrasi dan melakukan recovery agar fit saat menantang tuan rumah JDT. “Kami hanya memiliki waktu persiapan satu hari sebelum melawan JDT. Saya harus melihat dan berbicara dengan pemain siapa yang paling siap diturunkan. Saya tidak ingin ada yang cedera,” sebut Teco, kemarin.

Masalah kelelahan ini sebelumnya disiasati pelatih asal Brasil ini dengan melakukan rotasi dalam laga kontra PSMS. Sejumlah pilar yang sebelumnya diturunkan pada leg pertama semifinal seperti Rezaldi Hehanusa, Novri Setiawan, dan Sandi Sute dalam laga kemarin menghuni bangku cadangan. Bahkan, gelandang asal Nepal Rohit Chand tidak masuk daftar susunan pemain. Striker Marko Simic dan bek Jaimerson da Silva bahkan langsung ditarik keluar saat Persija sudah unggul. “Rotasi pemain dengan membagi dua tim sudah kami lakukan sebelum tampil di Piala Presiden. Kami mengikuti Turnamen Suramadu Super Cup serta Turnamen Boost SportFix Super Cup dan hasilnya bisa juara di Malaysia. Kami menghindari pemain cedera,” katanya.

Bagi Persija, JDT yang sebelumnya tersingkir di babak kedua kualifikasi Liga Champions Asia 2018 bukan lawan yang mudah. Tim berjuluk Harimau Selatan itu sudah cukup berpengalaman tampil di Piala AFC. Pada 2015 lalu, mereka bahkan berhasil meraih gelar juara ketika masih dibesut Mario Gomez yang saat ini menangani Persib Bandung. Di kompetisi domestik, prestasi JDT juga tidak kalah mentereng. Klub yang berdiri sejak 1972 ini tercatat menjadi jawara Liga Super Malaysia dalam empat musim terakhir. Sementara Pelatih PSMS Djadjang Nurdjaman mengakui jika Persija tampil lebih baik dan unggul kualitas. Meski mampu menguasai pertandingan kemarin, mereka gagal memanfaatkan peluang.

“Meski kalah, perjuangan pemain tetap harus diapresiasi. Lolos ke semifinal sudah merupakan prestasi yang cukup membanggakan bagi kami. Kekalahan ini akan menjadi bahan evaluasi karena masih banyak kekurangan tim menjelang Liga 1 bergulir,” katanya.

Abriand

Berita Lainnya...