Edisi 13-02-2018
Guru Dilaporkan Lecehkan 27 Siswi SMP


JOMBANG – Seorang guru di SMP Negeri 6 Jombang, EA, dilaporkan diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada murid-muridnya. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 27 siswi di sekolah tersebut mengaku pernah dilecehkan oleh guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) ini.

Pelecehan seksual yang dilakukan guru bahasa Indonesia itu diketahui saat puluhan wali murid mendatangi sekolah, melaporkan pelecehan seksual tersebut, kemarin. Terungkap jika pelaku melakukan pelecehan seksual sejak 2017 silam dengan korban siswa mulai dari kelas VII hingga IX. Modus yang dipakai pelaku untuk melakukan pelecehan seksual pun terungkap. YN, salah satu orang tua korban, mengaku beberapa waktu lalu anaknya berinisial MA, 14, mendapatkan perlakuan tak senonoh dari pelaku. Korban diseret ke salah satu toilet dan diminta melepas pakaiannya. Korban pun berontak dan melarikan diri.

“Ditanya apakah anak saya sudah haid atau tidak. Pelaku juga sempat membuka celananya. Anaksaya lalumendorongpelaku dan kabur,” ujar YN. Pelaku, kata YN, menggunakan hipnotis untuk mengelabui para korbannya yang keseluruhan adalah perempuan. Hipnotis dilakukan untuk menghilangkan aura negatif di tubuh para korbannya. Menurut pengakuan beberapa korban, pelaku melakukan pelecehan seksual di berbagai tempat. “Ada yang di toilet, kelas, dan tenda saat perkemahan,” katanya.

Ia dan puluhan wali murid korban lainnya meminta agar pelaku dihukum berat. Selain harus dikeluarkan dari sekolah, mereka juga meminta pelaku dipidanakan. EK, wali murid lainnya menyebutkan, putrinya mengalami pelecehan seksual hingga membuat korban trauma. Beberapa waktu lalu, putrinya mengaku diremas bagian dada dan kemaluan oleh pelaku saat kegiatan Pramuka di luar jam sekolah. Pelaku, kata dia, juga sempat mengancam agar korban tak melaporkan apa yang dialaminya kepada orang tua maupun pihak sekolah. Pelecehan terhadap puluhan siswiiniterbongkarsetelahenam siswi melaporkan kasus ini ke bimbingan konseling (BK) sekolah setempat. Para wali murid pun bersepakat melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Dari pengakuan sejumlah siswi, sedikitnya ada 27 siswi memberikan pengakuan pernah dilecehkan pelaku. “Modusnya sama, dihipnotis. Kami sudah melaporkan ke polisi. Kita ke sekolah ini untuk menanyakan ke kepala sekolah kenapa ini (pelecehan seksual di sekolah) bisa terjadi,” ujarnya. Kepala SMP Negeri 6 Jombang Suprayitno menuturkan, sebelum masalah ini sampai di kepolisian, pihaknya sudah melakukan penanganan terhadap laporan siswi. Dia juga mengaku telah menemui pelaku yang sudah mengakui perbuatan yang dituduhkan para siswi. “Masalah ini sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan. Guru bersangkutan juga sudah dibebastugaskan karena masalah ini,” tuturnya.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengatakan, ada enam korban yang sudah melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang. Sedangkan dari hasil penelusuran sementara, ada sekitar 25 siswi mengalami pelecehan seksual. Dia memastikan kasus ini akan ditangani meski tak ada pelapor karena masalah tersebut bukan delik aduan. Setelah ini, ia meminta para korban memberikan keterangan pelengkap. “Kami juga butuh visum para korban dan melapor,” katanya.

Tritus julan