Edisi 13-02-2018
Inovasi Program Ubah Wajah Kota Jadi Lebih Baik


JAKARTA– Kota Jambi sebagai Ibu Kota Provinsi Jambi, tidak memiliki lahan yang luas, hutan dan sumber daya manusia (SDM) juga terbatas.

Selain itu, tantangan yang dihadapi Kota Jambi juga banyak karena pertambahan penduduk yang sangat pesat karena tingkat migrasi kota yang sangat tinggi. Awal dilantik, Wali Kota Jambi Dr H Syarif Fasha ME merasakan bahwa ang - garan pendapatan dan belanja daerah (APBD) sangat minim sekali. Sehingga dia baru tahu, ternyata bahwa wajar bila se - lama ini tidak ada pembangunan di Kota Jam bi karena keterbatasan anggaran.

“Kami melakukan bedah APBD, mengenai apa saja program yang akan di - lakukan di masa datang. Melakukan efisiensi, khususnya perjalanan dinas. Dari pemotongan itu kemudian disimpan se bagai modal awal untuk pem ba ngun - an,” kata Syarif Fasha saat memaparkan visi, misi dan pencapaiannya di Program In donesia Visionary Leader Tahap II di Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Rabu (24/1). Saat awal dilantik, Syarif juga me - lakukan survei kepuasan masyarakat ter hadap kinerja pemerintah. Hasilnya, ting kat kepuasan masyarakat hanya 30%. Hal inilah yang menjadi starting point, Wali Kota Syarif Fahsa untuk men - jadikan Kota Jambi lebih baik dari sebelumnya.

“Saya melihat adanya kekuatan yang belum diberdayakan, yakni kekuatan ma - sya rakat dengan menggalakkan inovasi. Dari inovasi inilah kami, bisa membangun dan di sinilah saya bisa mengerahkan ma - syarakat untuk membangun,” kata Syarif. Pada saat masa kepemimpinan awal, potensi pendapat asli daerah (PAD) di - sebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meng alami kebocoran. Atas rekomen dari BPK itulah lantas Syarif berupaya me - lakukan optimalisasi pajak. Cara yang di - la ku kan dengan mengupayakan wajib pajak memenuhi kewajibannya. “Dia da - kan uji petik untuk meningkatkan pen - dapatan dari pajak. Lalu kami juga me la - kukan pemotongan pajak reklame. De - ngan adanya aturan ini, hasilnya PAD pun membaik sekian persen,” ungkap Syarif.

Inovasi daerah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan pem - bangunan berkelanjutan, Syarif meng ga - gas Program Bangkit Berdaya, singkatan dari Bangun Kecamatan Secara Intensif dan Terpadu Berazaskan Swadaya. Fi lo - sofi Program Bangkit Berdaya adalah un - tuk menciptakan pembangunan yang me - ra ta berbasis pengembangan utilitas ling - kungan pada masyarakat dengan me - numbuhkan semangat bergotongroyong. Di bidang pembangunan masyarakat, Syarif meluncurkan program Kampung Bantar yakni kampung yang Bersih, Aman dan Pintar. Program ini untuk menjawab kebutuhan kampung yang bersih dan layak.

Tujuan Program Kampung Bantar menjadikan lingkungan lingkup rukun te - tangga (RT) yang bersih dan sehat, aman dan tertib, produktif. Selain itu juga se - nantiasa menjaga semangat jiwa gotongro yong, nilai-nilai agama, adat istiadat dan norma-norma hukum dalam ke hi - dup an bermasyarakat yang berahlak dan ber budaya. “Sejauh ini sudah 378 RT yang mendapat Bantar Award. Kami terus me - micu sebanyak mungkin RT yang layak dapat Bantar Award,” pungkas Syarif.

Nuriwan trihendrawan