Edisi 13-02-2018
Proyek Metro Kapsul Bandung Dimulai


BANDUNG – Proyek Metro Kapsul Ban dung tahap pertama mulai di bangun untuk koridor III sepanjang 8,5 km.

Proses pem bangunan dengan investasi senilai Rp1,4 triliun ditargetkan ram - pung pada 2019 mendatang. Rute Metro Kapsul Bandung koridor III dimulai dari Stasiun Hall kemudian melintasi Jalan Otis ta, DalemKaum, DewiSar ti - ka, Pungkur, Buahbatu, Pala sari, A. Yani, dan kembali lagi ke Sta - siun Hall. 14 armada metro kap - sul rencananya akan me la yani lebih dari 20.000 orang per hari dengan kapasitas angkut 50 pe - numpang setiap armada. Pa da trase ini, akan ada 11 halte atau pemberhentian untuk tu run dan menaikkan pe num pang.

Wali Kota Bandung Ridwan Ka mil mengatakan, penca na - ng an proyek Metro Kapsul Ban - dung kali ini merupakan kado bagi Bandung. Proyek ini telah di tunggu cukup lama oleh war - ga Bandung dan baru kali ini bi - sa terealisasi. Metro Kapsul Ban dung menjadi solusi trans - por tasi di Kota Bandung di te - ngah arus kendaraan yang terus bertambah. “Dari sisi anggaran, Metro Kapsul Bandung paling murah. Anggarannya Rp150 miliar per kilometer. Ini berbeda dengan transportasiserupadinegara lain yang rata-rata Rp500 miliar per kilometer. Kenapa bisa mu rah? Karena teknologinya di ran cang dan dibangun oleh war ga Ban - dung. Selain itu, peng gu na an kom ponen lokalnya men capai 95%,” kata Ridwan Kamil pen ca - nangan Metro Kapsul Ban dung di Jalan Dalem Kaum, kemarin.

Sesuai dengan kesepakatan ber sama, tarif Metro Kapsul Ban dung di koridor III sebesar Rp6.000 per penumpang. Tarif ter sebut dinilai cukup terjang - kau masyarakat. Mereka bisa menggunakan Metro Kapsul Ban dung sebagai transportasi umum atau wisata. Untuk proyek ini, Pemkot Ban dung tidak mengeluarkan ang g arandari APBD. Semuaang - garan pembangunan men ja di tanggungan PT PP (Persero) se - bagai perusahaan pemenang lelang untuk pembangunan Me - tro Kapsul di koridor III. Pem kot Bandung dalam hal ini men - dukung pada proses per izin an. Pemkot Bandung nantinya mendapatkan keuntungan dari peng gunaan aset milik PD Pasar.

Direktur Pengembangan Bis nis PT PP (Persero) Tbk Luk - man Hidayat mengatakan, Me - tro Kapsul Bandung meng gu - na kan konstruksi melayang (ele vated) yang diharapkan da - pat mengatasi masalah ke ma - cet an dan meningkatkan po - ten si pariwisata. Moda trans - por tasi Metro Kapsul dengan track elevated memiliki radius belok yang kecil sehingga mam - pu bermanuver di dalam kota. “Dananya tidak mengandalkan anggaran dari APBN mau - pun APBD, tetapi meng gu na kan modal investor dan pin jam an perbankan. Selain itu akan ada pembiayaan dari BUMD yang akan mendapatkan man faat tambahan dengan terkoneksinya aset-asetnya oleh Me tro Kapsul Bandung, yaitu PD Pasar Bermartabat,” pungkas dia.

Kerja sama B to B dengan PD pasar dituangkan dalam per jan - ji an lain yang mengatur sharing investasi yang mengelola dan memiliki aset pasar sepanjang trase Metro KapsuI Bandung. Selain itu, ada pendapatan dari kerjasama pengembangan TOD dari beberapa lokasi. De ngan skema tersebut, diharapkan kela yakan bisnis Proyek Me tro Kap sul Bandung dapat tercapai. Menurut dia, proyek kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) yang menelan nilai bia - ya Rp1,38 triliun ini meng gu na - kan skema Build Operate Trans - fer dengan masa konsesi selama 30 tahun.

“Produk kereta ini mur ni karya anak bangsa dan se bagai cerminan terciptanya si nergis yang baik antara cen diki awan, praktisi, dengan BUMD atau pemerintahan,” jelas dia. Kereta ini, kata dia, akan berope rasi dengan kecepatan an ta ra 0-60 km/jam di atas track el evated. Kapasitas angkut pe numpang per kapsul sampai de ngan 50 orang yang dapat ber ope rasi tanpa masinis (driver/ass). Sis - tem yang dirujuk dalam pengope rasian kapsul menggunakan sistemCBTC(CommunicationBa - sed Train Con trol) dengan menggunakan con trol room yang akan meng atur kendali melalui titiktitik sinyal yang akan di pan carkan sepanjang rel.

Arif budianto