Edisi 13-02-2018
Calon Perseorangan Dinyatakan Gugur


BANDUNG – KPU Kota Bandung, Jawa Barat memutuskan tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung pada Pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bandung 2018.

Sementara, satu pasangan ba kal calon perseorangan (inde pen den) dinyatakan gugur. KPU Kota Bandung menyata kan pasangan bakal calon perseorangan Dony Mulyana Kusuma-Yayat Rustandi gugur dari kontestasi Pilwalkot Ban dung 2018. Sementara tiga calon lain nya yang lolos adalah pasangan Nurul Arifin-Chairul Yakin Hidayat yang diusung koalisi Partai Golkar-Demokrat-PKB; pasangan Yossi Irianto-Aries Supriatna yang diusung koalisi PDIP-Hanura-NasDem, PPP; serta pasangan Oded M Da nial-Yana Mulyana yang di usung koalisi PKS-Gerindra. Gugur nya pasangan perseorangan pada Pilwakot Ban dung tahun ini menjadi seja rah.

Sebelumnya selamaduape riodepilkada, calon perse orang an selalu lolos ikut me ra - maikan bursa Pilwalkot Ban dung. Pada Pilwalkot 2008 si lam, tercatat asa satu pasangan perseorangan. Selanjutnya pa da 2013 ada empat pa sa ngan dari per se - orangan. Ketua KPU Kota Bandung RifqiAl - mu barok mengatakan, dari empat bakal calon yang mendaftar, hanya tiga pasang yang lolos. Pa sa ng an Nurul-Rulli dengan 13 kursi di dewan, Yossie-Aries 24 kursi, dan Oded-Yana 13 kursi.

“Ada satu bakal calon yang tidak me - menuhi syarat karena dukungan per - seorangan se ba nyak 110.000 KTP tidak ter penuhi. Memang mereka menyerahkan 113.000 KTP, tetapi setelah proses ve - rifikasi yang terpenuhi 7.000 KTP. Sisanya tidak penuhi syarat,” kata Rifqi pada rapat pleno di Kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soe karno-Hatta, kemarin. Me nu rut dia, pada dasar nya dari sisi jumlah KTP telah memenuhi 6,5% dari jumlah DPT pemilu terakhir. Namun karena KTP yang didaftarkan adalah EKTP, KPU melakukan pendataan nomor induk kependudukan (NIK). Hasilnya hanya 7.000 KTP yang ter - verifikasi sebagai war ga Bandung. Sedang sisanya warga luar Bandung.

“Setelah di cek, banyak yang rontok (NIK). Jumlahnya lebih dari setengahnya. NIK banyak yang ti dak valid. Mereka bukan war ga Kota Bandung. Itu tidak bi sa,” beber dia. Di sela rapat pleno KPU, seorang pendukung Donny - Yayat menyatakan kekece waannya karena jagoannya dico ret. “Kalau KPU tidak me li bat kan independen maka in kon ti tusional. Padahal inde pen - den ini perwakilan rakyat. Ini pesta rakyat biayanya besar, miliaran rupiah,” kata pria yang tidak diketahui namanya itu. Menurut dia, KPU Kota Ban dung me - lakukan kebohongan dengan memberikan map kosong yang harusnya ber isi surat keterangan (SK) ke pada tim penghubung saat rapat pleno penetapan paslon.

“Ini kebohongan publik mem be rikan SK kosong,” ujarnya. Anggota KPU Kota Ban dung Apipudin menjelaskan, SK yang akan diberikan kepada tim paslon sedang distempel. Sementara pemberian pada saat rapat pleno tersebut hanya untuk simbolisasi untuk mem persingkat waktu. “Kami mem butuhkan wak tu mem - bereskan administrasi. SK belum dicap. Bukan berarti kami tidak memberikan do - ku men resmi, jadi ini simbolis. Setelah berakhir pleno kami susulkan dokumen asli,” kata Apipudin.

Arif budianto