Edisi 13-02-2018
Calon Peserta Lemhanas Berguru ke Soekarwo


SURABAYA –Gubernur Jatim Soekarwo memaparkan keberadaan budaya lokal di Jatim yang terdiri atas budaya Arek, Mataraman, Madura, serta Osing.

Masing-masing budaya tersebut memiliki tokoh anutan dan pendekatan kultural yang berbeda pada masy ara kat. “Saya kira pendekatan ke - pa da masyarakat di masingmasing budaya ini berbeda. Pendekatan kultur seperti ini menjadi utama dalam me la kukan apa saja, khususnya pe lak - sanaan program pemerintah,” kata Soekarwo saat menerima calon peserta Program Pen didik an Reguler (PPR) Angkatan 57 dan 58 Lemhanas dari 12 negara sahabat di Gedung Negara Grahadi Surabaya kemarin. Menurut dia, budaya Arek memiliki banyak kaum inte lektual dan lingkungannya ter - didik.

Sebanyak 20% masya ra - kat Jatim menggunakan pen e katan budaya Arek yang berada di Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Jom bang, Ka bupaten/Kota Malang. Dengan kondisi tersebut, tokoh masyarakat, agama, dan in telektual menjadi tokoh anut an pada budaya Arek. Dalam budaya ini, sebagian besar masyarakat mengembangkan industri dan UMKM. Sementara itu, budaya Ma - taraman menggunakan birokra si, tokoh agama, dan ma sya - ra kat sebagai pendekatannya. Budaya Mataraman berada di daerah seperti Kabupaten Tu - ban, Kabupaten/Kota Madiun, Ngawi.

Daerahnya agraris di antaranya menghasilkan tebu dan padi. Berbeda dengan budaya Ma - taraman dan arek, terdapat se - banyak 30% masyarakat ma suk dengan pada budaya Ma dura, di mana peranan ulama sangat penting dalam budaya ini. Pemimpin delegasi peserta PPR Angkatan 57 dan 58 Lemha nas Laksamana Pertama Bu di Setiawan menjelaskan, calon peserta Lemhanas berkunjung ke Jatim untuk menjalankan program penge - nalan budaya lo kal selama enam hari.

Untuk itu, calon peserta dijadwalkan mengunjungi berbagai objek instansi pemerintah, militer, dan objek wisata di Jatim.

Masdarul kh