Edisi 14-02-2018
Latihan Perang Terbesar di Asia Digelar


BANGKOK– Latihan perang terbesar di Asia Pasifik digelar di Thailand dengan tujuan utama latihan penanganan bencana dan pertempuran dengan persenjataan teknologi tinggi.

Latihan perang bertajuk Cobra Gold itu telah dilaksanakan lebih dari tiga dekade. Tahun ini Cobra Gold akan diikuti sekitar 11.075 tentara dari 29 negara. Amerika Serikat (AS) me ngi - rimkan 6.800 tentara untuk mengikuti latihan perang ta - hunan di Thailand.

Se be lum - nya AS mengurangi partisipasi dalam Cobra Gold 2015 karena ketidaksetujuan dengan kudeta militer pada 2014 sebab Washington mengirim 3.600 tentara atau menurun 4.300 pada 2014. Sebagai bentuk pro tes, AS hanya mengikuti latihan evakuasi warga sipil dalam menghadapi bencana.

Me reka tidak mengikuti la tih - an perang. Latihan perang Cobra Gold kali ini juga diwarnai protes dari AS. Pasalnya, Thailand te - tap mengundang militer Myan mar. Padahal AS menu - ding militer Myanmar telah me lakukan pembersihan etnis terhadap warga Rohingya.

Kehadiran AS dalam ba - nyak pasukan di Cobra Gold kali ini tidak lepas mem baik - nya hubungan Washington dan Bangkok setelah Presiden Donald Trump berkuasa. Kehadiran 6.800 pasukan AS atau dua kali lipat di ban ding - kan dengan tahun lalu me nun - jukkan Washington siap mem - perkuat geopolitiknya di Asia Pasifik karena China telah me - nunjukkan taringnya.

“Latihan perang ini (Cobra Gold) merupakan latihan pe - rang terbesar multilateral di ka wasan Indo-Pasifik,” ung - kap juru bicara Kedutaan Besar AS di Bangkok Steve Cas to - nguay kepada Reuters . “Itu menunjukkan ko mit - men AS di kawasan,” ujar Cas - tonguay. Tahun ini diwarnai dengan kontroversi undangan Thai - land kepada Myanmar.

Me nu - rut Castonguay, Myanmar ha - nya menghadiri upacara pem - bukaan. “Myanmar tidak akan berpartisipasi dalam latihan militer kali ini,” ujarnya. Sebenarnya AS terus me ne - kan restorasi demokrasi di Thai - land, salah satu aliansi ter tua Washington.

Perdana Men teri (PM) Thailand Pra yuth Chanocha telah berjanji akan meng - gelar pemilu pada akhir Novem – bertahun ini. Na mun, bulanlalu junta menya takan pemilu bisa ditunda hingga Februari 2019. Hal itu merupakan kesekian ka - linya Thailand menunda jadwal pemilu.

Sementara itu, Korps Ma ri - nir AS mengungkapkan, me re - ka bergabung dalam latihan pe rang terbesar di kawasan Asia Pasifik. Latihan tempur un tuk memperkuat ke aman - an regional dan mendukung res pons efektif dalam meng - hadapi krisis regional. Latihan perang itu dimulai dari ke ma - rin hingga 23 Februari.

“Skuadron Helikopter Se - rang Marinir 369 bergabung dalam latihan perang untuk mendukung latihan multila te - ral dalam serangan udara dari jarak dekat,” ujar Mayor Kevin M Keen, petugas operasional Marinir, dilansir Marines . “Kita berpartisipasi ber sa - ma dengan tentara dari Thai - land dan Korea Selatan (Kor - sel),” ungkapnya.

Marinir AS menggunakan helikopter AH-1Z Vipers dan UH-1Y Venoms. “Marinir dari HMLA-369 (Gunfighter) sa ngat senang berpartisipasi di Cobra Gold Thailand,” ujar Keene. Dia mengungkapkan Mar i - nir AS senang bekerja sama de - ngan negara mitra dan aliansi. “Kita tidak sabar me nun juk - kan kemampuan Gunfighter,” ujarnya.

Anggaran Militer AS Naik

Seiring dengan mening kat - nya ancaman dari Rusia dan China, Pentagon meminta ke - nai kan anggaran militer untuk tahun depan sebesar USD686 miliar (Rp9.800 triliun). Itu men jadi anggaran militer ter - be sar sepanjang serajah AS. Pa da saat bersamaan, pe me - rin tahan Trump juga me mo - tong banyak bantuan dan diplomasi internasional.

“Militer AS akan menjadi terkuat, termasuk peningkatan cadangan setiap senjata,” ujar Presiden Donald Trump. Dengan anggaran USD686 miliar, berarti terjadi kenaikan USD80 miliar sejak 2017. Pen - ta gon menyatakan kenaikan ang garan itu bertujuan me - nangkal perkembangan an - caman Rusia dan China.

Kedua musuh AS itu ingin membela dunia dengan model otoriter untuk menguasai keputusan bangsa lain dalam hal eko no - mi, diplomasi, dan keamanan. “Kompetisi kekuatan be - sar, bukan terorisme, ber kem - bang pesat dan menjadi tan - tangan bagi kesejahteraan dan keamanan AS,” kata Pejabat Departemen Pertahanan AS David L.

Norquist. Khususnya China, Pen ta - gon menyatakan, Beijing ingin memperkuat hegemoni di Asia Pasifik. “Sebagai contoh, Bei - jing menggunakan kekuatan ekonomi untuk meng in ti mi - dasi tetangganya di Laut China Selatan,” katanya. Hal paling menonjol dalam anggaran militer AS adalah penambahan 25.900 tentara.

“Hingga 2023, militer AS akan menambah 56.600 prajurit un - tuk mengisi unit, pilot, tek nisi, dan pakar siber,” ujar Nor quist. Kemudian prajurit AS juga akan mendapatkan kenaik anga - ji2,6% pada 2019 dan itu menjadi kenaikan pendapatan tertinggi.

andika hendra





Berita Lainnya...