Edisi 14-02-2018
Prosedur Penetapan PKH Diperketat


JAKARTA - Kementerian Sosial menerapkan prosedur ketat dalam sistem penargetan Program Keluarga Harapan (PKH) 2018.

Langkah tersebut dilakukan seiring perluasan jum lah keluarga penerima man faat (KPM) PKH dari 6 juta KPM menjadi 10 juta KPM. Menteri Sosial Idrus Marham menegaskan, pengetatan valida si Keluarga Penerima Man faat PKH untuk meminimalkan ada nya bantuan yang tidak tepat sa saran sehingga angka penu run an kemiskinan bisa dijaga.

“Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) me - nunjukkan, hingga Sep tem ber 2017 jumlah penduduk mis kin (penduduk dengan pe nge luaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di In do nesia mencapai 26,58 juta orang (10,12%). Artinya jum lah ter se - but berkurang 1,19 juta orang dibandingkan kondisi Maret 2017 yang 27,77 juta orang (10,64%).

Momentum ini mesti dijaga,” kata Idrus saat mem bu - ka Rakornas Data Ter padu Ta - hap I 2018 di Ja karta kemarin. Data BPS tersebut, kata Idrus, menjadi bukti efek ti vi tas PKH dalam membantu ke - luarga kurang beruntung di In - donesia. Saat ini, Kemensos terus memperbaiki pola pe nya - luran dan sasaran intervensi program tersebut.

“Fakta ini membuat pemerintah se ma kin yakin perluasan penerima bansos nontunai dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga pe ne - rima manfaat dapat semakin menekan angka kemiskinan dan Gini ratio,” imbuhnya. Dalam acara panel diskusi, Dirjen Perlindungan dan Ja - minan Sosial Kemensos Harry Hikmat memaparkan bahwa ada perbedaan dalam hal vali dasi di tahun 2018 dengan ta huntahun sebelumnya.

Salah satu - nya terkait legalitas dan ke ab - sah an data sesuai standar pem - bu kaan rekening bank. “Ban - tuan sosial PKH, rastra mau pun BPNT, cakupannya sangat signi - fi kan. Sudah tentu diharapkan memberikan efek kepada pengurangan kemiskinan dan kesenjangan,” ungkapnya.

Tahun ini, lanjut Harry, upda ting data menggunakan aplikasi HP berbasis Android dengan sistem validasi e-PKH new initiative yang melibatkan seluruh pendamping PKH di daerah. Adapun sumber data berasal dari basis data terpadu (BDT) 2015. Penggunaan tek - nologi informasi ini guna men - cegah terjadinya duplikasi data.

neneng zubaidah

Berita Lainnya...