Edisi 14-02-2018
Puluhan Rumah Rusak Disapu Angin Puting Beliung


BEKASI - Puluhan rumah warga di Kampung Elo, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, roboh diterjang angin puting beliung, sekitar pukul 00.30 WIB kemarin.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kerugian akibat angin puting beliung di wilayah utara Kabupaten Bekasi itu mencapai ratusan juta rupiah. Hingga kini warga bersama pemerintah masih melakukan evakuasi di reruntuhan puluhan rumah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Apuri mengatakan, angin kencang datang bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut. “Selain rumah warga yang rusak, pepohonan besar banyak yang tumbang,” katanya.

Akibat kejadian itu, kata dia, tercatat sebanyak 44 unit rumah dalam kondisi rusak sedang hingga berat. Rinciannya, di RT 2 sebanyak 12 unit rumah rusak dan RT 3 sebanyak 32 unit. “Hingga kini, pemerintah masih melakukan inventarisasi rumah warga yang rusak,” ungkapnya.

Aspuri menjelaskan, musibah yang menimpa permukiman warga di Kampung Elo tersebut terbilang sangat cepat. Angin yang menyapu puluhan rumah tersebut terjadi hanya 10 menit. Apalagi, musibah itu terjadi saat warga tidur terlelap pada malam hari. Untuk itu, Apuri mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman angin puting beliung.

Sebab, saat musim hujan Kabupaten Bekasi harus mewaspadai potensi bencana banjir dan angin puting beliung. Di antaranya, Kecamatan Babelan, Sukatani, Muara Gembong, dan Cabangbungin. Sementara itu, di kawasan Selatan, berada di Kecamatan Tambun Selatan dan Cikarang.

“Semua wilayah hampir berpotensi terkena angin puting beliung, jadi warga harus waspada,” ujarnya. Salah satu warga Sukatani Madrawi, 40, menuturkan, angin puting beliung yang menyapu perumahan warga Kampung Elo juga dirasakan warga lainnya yang berada di Kecamatan Sukatani.

“Angin begitu kencang disertai hujan lebat membuat warga berhamburan keluar,” kata Madrawi, 40. Saat kejadian, kata dia, warga sedang tertidur lelap tibatiba dikejutkan dengan hujan yang sangat lebat dan suara gemuruh angin yang begitu hebat. Alhasil, warga terbangun dan berusaha menyelamat diri. “Di kampung saya mah aman, tapi Kampung Elo yang terkena dampaknya,” ungkapnya.

abdullah m surjaya


Berita Lainnya...