Edisi 14-02-2018
RUU Penyiaran Menggunakan Sistem Hybrid Multiplexing


JAKARTA - DPR dan pe merintah sepakat menggunakan sistem hybrid multiplexing dalam RUU Penyiaran.

Hal ini men jadi pembahasan dalam per temuan informal yang di - ada kan Ketua Dewan Per wa - kilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo bersama Men kom - info Rudiantara dan para pim - pin an fraksi di DPR kemarin. Bamsoet panggilan akrab politisi Golkar ini menye but - kan, pembahasan RUU Pe nyiar - an sebelumnya masih ter ham - bat pembahasan antara peng - gu naan sistem single mux dan multi mux.

“Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya sehing - ga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana,” kata Bamsoet di pertemuan yang berlangsung di ruang kerja ketua DPR itu. Setelah melalui berbagai per timbangan dan pem ba - hasan, DPR RI dan pemerintah yang diwakili Menkominfo Ru - diantara sepakat mencari jalan tengah dengan penggunaan sistem hybrid multiplexing.

Bam soet menilai sistem hybrid multiplexing merupakan cam - pur an antara sistem single mux dan multi mux . Dengan sistem ini, berbagai kebaikan yang ada di sistem single mux dan multi mux akan diambil dan dikom bi - nasi. “Dengan demikian, dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara, maupun para pelaku usaha industri pe - nyiaran sama-sama diuntungkan,” jelas Bamsoet.

Dalam kesempatan yang sama, Bamsoet menge mu ka - kan RUU Penyiaran sebagai ini - siatif DPR akan dibahas pada masa sidang berikutnya meng - ingat besok sudah penutupan masa sidang DPR. “Insya Allah sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit.

Dengan men jalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya,” katanya. Menkominfo Rudiantara menyambut baik ada usulan sistem hybrid multiplexing . Menu rutnya, ini merupakan jalan tengah sehingga semua ke pen - tingan dari stakeholder bisa terakomodasi. “Kami berharap agar RUU Penyiaran segera bisa diselesaikan,” ujarnya.

mula akmal



Berita Lainnya...