Edisi 14-02-2018
Resmi Ditetapkan KPU, 10 Perwira Mundur dari Polri


JAKARTA – Sepuluh perwira Polri resmi mundur dari instansi kepolisian setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) sebagai peserta Pilkada Serentak 2018.

Dari sepuluh perwira Polri, tiga di antaranya Irjen Pol Anton Charliyan. Anton bersama Tubagus Hasanudin bakal bertarung di Pilkada Jawa Barat dengan diusung PDIP.

Kemudian, Irjen Pol Murad Ismail. Murad dan Barnabas Orno akan bertarung memperebutkan suara rakyat Maluku dengan didukung sembilan parpol, yakni PDIP, Gerindra, NasDem, Hanura, PPP, PKB, PAN, PKPI, dan Perindo. Selanjutnya Irjen Pol (Purn) Safaruddin untuk Pilkada Kalimantan Timur (Kaltim).

Safaruddin bersama Rusmadi Wongso dengan diusung koalisi PDIP dan Partai Hanura. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal menerangkan, pengunduran diri anggota Polri yang ikut pilkada sudah ditandatangani Presiden bernomor 9/Polri/Tahun 2018 tertanggal 12 Februari 2018.

Dengan ada keputusan presiden (keppres) tersebut, mereka diberhentikan dengan hormat untuk melanjutkan proses pilkada. ”Sepuluh perwira tersebut kini statusnya sudah menjadi warga sipil. Mereka tidak dapat kembali dinas aktif ke Polri,” kata Iqbal di Jakarta kemarin.

Selain Irjen Pol Anton Charliyan, Irjen Pol Murad Ismail, dan Irjen Pol Safaruddin, namanama anggota Polri yang mengikuti pilkada adalah AKBP Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (calon bupati Tapanuli Utara), Kombes Pol Syafiin (calon bupati Jombang), AKBP Marselis Sarimin (calon bupati Manggarai Timur).

Kemudian, Brigadir Kepala Nichodemus Ronsumbre (calon bupati Biak Numfor), AKBP Ilyas (calon wakil wali Kota Bau-Bau), dan Kombes Siswandi (calon wali Kota Cirebon). Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sebelumnya menegaskan anggotanya yang mengikuti pilkada serentak harus lepas dari Korps Bhayangkara begitu KPU menetapkannya sebagai peserta pilkada.

Saat pendaftaran sebagai bakal calon peserta, mereka hanya mengantungi surat pengunduran diri, namun belum resmi diberhentikan. Pilkada Serentak 2018 diikuti oleh 171 daerah, terdiri atas 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Jumlah pasangan calon (paslon) yang mendaftarkan diri sebanyak 580 paslon dengan status 569 pendaftaran diterima dan 11 pendaftaran ditolak.

Dari 569 pendaftaran yang diterima, sebanyak 440 paslon mendaftar dari jalur partai politik (parpol) dan 129 paslon mendaftar dari jalur perseorangan atau independen. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto berharap tidak ada calon kepala daerah dari Polri yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan politik.

Dia memastikan agar tak ada satu pun anggota yang memengaruhi rekannya di kesatuan dan mengganggu netralitas Polri. ”Dengan anggota kemungkinan ada hubungan emosional, itu biasa. Tapi, kan tidak bisa dia menggerakkan anggota,” ujar Setyo.

Menurut Setyo, Polri akan menurunkan petugas dari Di - visi Profesi dan Pengamanan Polri. Ini dilakukan untuk memantau. Jika ada anggotanya yang nakal dan berusaha memengaruhi netralitas Polri, akan ditindak. ”Kita punya Propam untuk mengawasi itu,” kata jenderal bintang dua ini.

m yamin


Berita Lainnya...