Edisi 14-02-2018
Rugikan Rp15 Miliar, Pemilik Arisan via Facebook Ditangkap


BEKASI - Warga harus meningkatkan ke waspadaan ter ha dap praktik penipuan berkedok arisan online melalui situs jejaring sosial Face book.

Ke ma rin Polres Metro Bekasi me nang kap pe - milik sekaligus pen di ri arisan online via Face book, dengan na - ma akun Mama Yona di Ci ka - rang, Kabupaten Bekasi. DCY diamankan lantaran banyak laporan warga terkait dugaan penipuan dan peng ge - lapan dengan total kerugian men capai Rp15 miliar.

“Ter du - ga DCY masih diperiksa pe nyi - dik atas laporan yang dibuat kor ban pada Senin (12/2) ma - lam. Kami masih melakukan pendalaman,” kata Kasat Res - krim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito kemarin. Penyidik juga berupaya me - minta keterangan korbankorbannya untuk melengkapi alat bukti guna langkah pe me - rik saan lebih lanjut.

Selain itu, penyidik berkoordinasi de - ngan Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya karena modus ope - rasinya di media sosial. Jika ter - bukti kuat melakukan peni pu - an dan penggelapan, tidak me - nutup kemungkinan DCY men jadi ter - sangka. Sejumlah korban penipuan arisan online Mama Yona terus berdatangan ke Polres Metro Be kasi.

Me re ka melaporkan DCY yang di du ga melakukan penipuan dan penggelapan da - na ratusan ang gota arisan se - nilai Rp15 miliar. Wintro Prowoto, 35, kor - ban penipuan, mengaku ter - giur dengan arisan ini karena diiming-imingi keuntungan hingga 50%. Bahkan, dia sudah menyetor Rp10 juta ke reke - ning DCY, tetapi sampai seka - rang uang yang dijanjikan be - lum kembali.

“Kalau ditotal de - ngan teman saya, sebetulnya bisa mencapai Rp45 juta. Kami minta uang dikembalikan,” katanya. Tidak hanya laporan dari warga Villa Mutiara Gading II, Kecamatan Tambun Utara, Ka - bu paten Bekasi ini, melainkan juga ada yang berasal dari Ja - kar ta, Jawa Tengah, hingga Su - ma tera Utara.

Misalnya Nas - ruloh, 51, warga Pekalongan, Ja wa Tengah yang telah ber in - vestasi Rp74 juta dan Yuliana Simamorang yang menyetor Rp50 juta. Arisan online Mama Yona di bentuk DCY bersama suami - nya, YR, sejak enam bulan lalu atau Agustus 2017. Total ada 2.000 anggota grup ini, tetapi yang menjadi peserta arisan hanya 600 orang.

Korban meng aku kenal DCY lewat grup arisan di Facebook. Mereka ter - giur dengan sistem keun tung - an 50% dari nilai yang di in ves - tasikan tiap putaran dalam sepekan. Misalnya bila berinvestasi Rp1 juta maka satu putaran pa - da pekan itu investor akan men dapat keuntungan Rp500.000.

Investor atau pe - serta yang tertarik kemudian mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi DCY. Saat jatuh tempo, DCY tidak me ne - pati janjinya dan berdalih uang akan diputar kembali agar pe - ser ta mendapat keuntungan yang lebih besar. Peserta yang curiga kemu - dian menagih ke rumah DCY di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Kemudian, DCY menjanjikan ke korban-korbannya akan mem bagikan keuntungan pa - da Senin (12/2). Karena ti dak kunjung terealisasi, warga me - laporkan kasus penipuan ter - se but ke Polres Metro Bekasi. Sementara itu, Polres Metro Be kasi Kota meringkus tiga penipu dengan modus pin jam - an uang bergambar Doraemon di Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kemarin.

Tiga ter - sangka yakni IR, HM, dan MA ditangkap petugas tanpa per la - wanan. “Akibat ulah pelaku, kor ban Vera Amelya, 38, meng - alami kerugian hingga Rp17 juta,” kata Kasat Res krim Pol - res Metro Bekasi Ko ta AKBP Dedy Supriyadi. Penipuan itu terjadi di Apar - temen Grand Kamala Lagoon, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Saat itu HM berpura-pura me na - warkan pinjaman uang da lam jumlah besar dengan bu nga ringan. Vera yang sedang mem - butuhkanmodalusahalantasme - min jamRp10miliarketer sangka. HM kemudian berdalih me mi liki boskaya raya ber inisialIR. Kedua belah pihak sepakat bertemu di Apartemen Grand Kamala Lagoon awal Februari 2018.

Setibanya di sana, tiga tersangka langsung menunjuk - kan sebuah brankas berisi Rp10 miliar untuk meyakinkan korban. Mereka pun meminta korban menyerahkan Rp 17 juta. Korban yang membutuhkan suntikan dana besar memenuhi permintaan ter sang - ka. Perempuan yang ber domisili di Bandung, Jawa Barat ini kemudian memberikan uang tunai Rp10 juta dan men trans - fer Rp7 juta ke rekening HM.

Kasubbag Humas Polrestro Bekasi Kota Kompol Erna Rus - wing Andari menambahkan, korban baru menyadari ter - nyata hanya ada uang mainan saat membongkar brankas yang diberikan tersangka. Di bagian tengah brankas berisi uang mainan bergambar Do - raemon. “Korban awalnya percaya karena uang tersebut diikat de - ngan bungkus yang dike luar - kan Bank Indonesia.

Korban melaporkan kasus ini ke petugas dan kami menindak lanjutinya,” katanya. Berdasarkan laporan itu, polisi berhasil melacak posisi tersangka di Kayuringin, Be kasi Selatan. Di hadapan pe tugas, tersangka mengaku hampir sebulan beraksi dengan modus serupa. Selain menangkap tersangka, polisi juga me nyita ba rang bukti berupa 32 bundel uang mainan pecahan Rp100.000 bergambar Doraemon.

abdullah m surjaya

Berita Lainnya...