Edisi 14-02-2018
Poros Mahasiswa-Penuhi Kebutuhan Gizi dengan Kawasan Rumah Pangan Lestari


Masalah gizi buruk pada anak bukanlah persoalan baru. Gizi buruk adalah persoalan lama, tidak mencuat begitu saja.

Kasus gizi buruk ini terjadi berulang kali di beberapa wilayah. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Buku Saku Hasil Pe man tauan Status Gizi (PSG) 2016, terdapat 14 provinsi yang memiliki proporsi gizi buruk lebih besar dibandingkan rata-rata nasional.

Sementara itu, la poran dari Global Nutrition 2016 menunjukkan Indonesia menempati urutan ke-108 di dunia dengan kasus gizi buruk terbanyak dan menjadi yang paling tinggi di negara ASEAN. Kemiskinan diyakini se ba gai faktor terkuat penyebab gizi buruk yang menimpa anak-anak di Indonesia.

Kemiskinan berimbas pada sulitnya akses masyarakat terhadap nutrisi. Kian tingginya harga komoditas pangan ikut me nyebab kan daya beli masyarakat se ma kin turun. Dalam mengatasi persoalan ini secara ke se luruhan diperlukan tindakan konkret yang tersistem.

Berbagai upaya sudah di la ku kan pemerintah selama ini, te rmasuk mencanangkan pro gram Kawasan Rumah Pa ngan Lestari (KRPL) sebagai salah satu alat yang memacu par ti si pasi masyarakat untuk ikut mem bantu menstabilkan ketahanan pangan nasional.

Cara nya dengan menggu na kan pe ka rangan rumah untuk di ta nami agar menjamin terpenuhinya asupan gizi rumah tangga. Pemanfaatan sebidang ta nah di sekitar rumah di usa ha kan dengan tujuan untuk me ningkatkan pemenuhan gizi mikro melalui perbaikan menu keluarga.

Pemanfaatan pekarangan melalui pendekatan ter padu dengan menanam berbagai jenis tanaman, ternak, dan ikan sehingga menjamin ketersediaan bahan pangan yang beraneka ragam secara terus-menerus. Jika usaha ini dikelola secara intensif dan memak si mal kan potensi perkarangan, ha sil nya dapat memenuhi ke bu tuhan konsumsi rumah tang ga.

Selanjutnya, apabila KRPL ini bisa berjalan optimal de ngan memaksimalkan pro duk tivitas lahan di luar pe ka rang an di dalam kawasan, se cara ti dak langsung akan me nekan ke naikan angka gizi bu ruk yang melanda Indonesia. Sejumlah daerah telah suk ses menjalankan program ini, sa lah satunya KRPL yang di lak sanakan di Desa Kayen, Ke ca matan Pacitan, Kabupaten Pa citan, Jawa Timur, pada 2011.

Program ini dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Pa citan dan Kodim Pacitan. Sa saran program ini para pemuda setempat. Mereka diminta tu run langsung ke dunia per ta nian dengan memanfaatkan la han terbatas, terutama di pekarangan rumah.

Program pengembangan KRPL di Pacitan mencakup 31 kepala keluarga yang dikelompokkan menjadi 3 strata, yakni rumah tangga de ngan pekarangan sempit atau luasnya kurang dari 100 m2, rumah tangga dengan pe karangan sedang atau seluas 200-300 m2, dan rumah tang ga dengan pekarangan di atas 300 m2.

Melalui program ini di per kenalkan kepada ma sya rakat bagaimana memanfaat kan pekarangan secara intensif menggunakan pola yang sesuai dengan keadaan sosial eko nomi masyarakat setempat. Upaya mengatasi gizi buruk tidak bisa hanya sporadis dan perlu menggunakan banyak cara, termasuk mendorong par tisipasi masyarakat un tuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Semoga pemerintah dan masyarakat mampu bersinergi un tuk turut serta membangun KRPL di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia sebagai sa lah satu bentuk strategi pen ce gahan gizi buruk. Program ini diharapkan juga mampu men jadi solusi ketahanan pangan nasional yang efektif dan efisien.

AFIDAH NUR ASLAMAH

Mahasiswi Pendidikan Ekonomi

Universitas Negeri Jakarta

Berita Lainnya...