Edisi 14-02-2018
Jajaran Direksi Pertamina Dirombak


JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham PT Pertamina (Persero) memutuskan merombak jajaran direksi di tubuh perseroan.

Perombakan struktur manajemen di Pertamina tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN No 39/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Pe ru - bahan Nomenklatur dan Pengalihan Tugas Anggota Direksi Pertamina yang ditan da tangani Menteri BUMN Rini Soemarno pada 9 Februari 2018. Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menjelaskan, pemegang saham dalam hal ini Kementerian BUMN memutuskan mencabut posisi direktur gas di jajaran direksi Pertamina.

Dengan be - gitu, Yenni Andayani yang men - jabat Direktur Gas Pertamina pun diberhentikan dari jabat - an nya. “Jadi, dengan tidak ada - nya direktur gas di Pertamina, maka dilakukan pemberhenti - an kepada Ibu Yenni,” kata Fajar di Jakarta, kemarin. Penghapusan posisi di rek - tur gas di Pertamina tersebut seiring dengan rencana PT Pe - rusahaan Gas Negara (PGN) Tbk yang akan menjadi anak usaha di holding BUMN sektor minyak dan gas bumi (migas). Sedangkan Pertamina akan men jadi induk usaha (holding ). Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina yang digelar Kementerian BUMN juga memutuskan membagi di rektur pemasaran menjadi dua, yaitu direktur pemasaran kor porat dan direktur pemasaran ritel.

Kemudian perseroan juga akan menambah direktur lo gis tik, supply chain, dan infrastruk tur. Adapun pejabat yang di - angkat untuk Plt Direktur Pe ma - saran Ritel, yaitu Muchamad Iskandar merangkap Direktur Pemasaran Korporat, Nicke Widyawati diangkat sebagai Plt Di rektur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur merangkap Di rektur SDM, dan direksi lain - nyatidakmengalamiperu bah an. Menurut Fajar, keputusan membagi dua posisi direktur pemasaran ini untuk meng ha - dapi sejumlah tantangan yang akan dilalui Pertamina ke depan.

Karena fokus Pertamina akan beralih dari produk (product oriented ) ke pasar (market oriented ). Untuk tugas direktur pe ma saran korporat, yaitu melayani bisnis menyangkut kerja sama dengan perusahaan besar. Se - dangkan direktur pemasaran ritel bertugas melayani pasokan produksi Pertamina menyangkut kebutuhan masyarakat. “Untuk pemasaran korporat itu lebih pada bisnis yang besar, seperti kerja sama business to business , sedangkan pemasaran ritel untuk pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dia mengakui, perombakan di organisasi tersebut dila tar - belakangi masalah kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji yang terjadi be - berapa waktu lalu. Untuk me - nyingkapi hal itu, komisaris mengusulkan perubahan tata kelola yang diteruskan kepada Menteri BUMN. “Kami meng - harapkan ini dapat dilak sa na - kan secepat-cepatnya dan ke - mu dian bisa diserahkan penja - barannya kepada Menteri BUMN selaku RUPS,” katanya.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng mengatakan, perubahan struktur organisasi tersebut telah melalui kajian panjang dan mendalam. Perubahan direksi di tubuh Pertamina ini juga untuk menghadapi tantang an perubahan zaman. “Perom bakan ini memang mengikuti perkembangan zaman, jika selama 60 tahun Pertamina pendekatannya adalah produk, maka sekarang dunia sudah berubah, saat ini lebih ke market driven,” kata dia.

Heru febrianto