Edisi 14-02-2018
AXA Financial Fokus ke Perlindungan Wanita


JAKARTA - AXA Financial Indonesia tahun ini memfokuskan bisnisnya kepada perlindung an wanita.

Terkait dengan itu, perusahaan asuransi ini memberikan beberapa pilihan so lusi perencanaan keuangan ma sa depan sesuai dengan ke - bu tuhan masyarakat termasuk bagi kaum wanita. Di antaranya Maestrolink Plus-Lady Care, Maestrolink Plus-Professional Protection, Maes trolink Plus-Perisai Buah Ha tiku, dan SmartKidz yang mem b erikan perlindungan ser ta m e mastikan dana bagi ma sa de pan anak. Keunggulan dari pih an solusi tersebut ada lah pe ren ca na an keuangan yang mem be ri kan per lin dungan jiwa hin gga usia 100 tahun.

Pro duk as uransi ini dilengkapi de ngan san tunan pem bayaran pre mi apa bila terjadi ri siko kematian atau cacat tetap to tal. Se lain itu, mem berikan per lindung an mak simal terhadap risi ko pe nya kit kritis. Nina Ong, Direktur AXA Fi - nan cial Indonesia mengatakan, AXA Financial Indonesia ingin se kali mendorong peningkatan ke sadaran masyarakat In do - nesia. ”Terutama kaum wanita un tuk bisa melindungi diri dan ke luarganya serta me ren ca na - kan keuangannya dengan lebih cer das dan bijak,” katanya da - lam rilisnya, kemarin.

Terkait dengan per lin dung an kepada kaum wanita, AXA Fi nan - cial Indonesia mendukung pe - nampilan karya para de sain er mu da berbakat dari siswa SPARKS Fashion Academy (SFA). Karya desainer muda ter se but ikut ditampilkan dalam mu sikal fashion show pada acara Chinese New Year dan me ra ya kan The 9 Years Anniversary Mall Em - porium Pluit pada Senin (5/ 2) hingga Minggu (11/2) lalu. CEO SFA Floery Dwi Mus - tika mengatakan, untuk me la - hir kan desainer muda berbakat dan mendukung pe ngem bangan brand,memberikan pe nga laman sangat penting. Termasuk juga perencanaan keuangan untuk bisnis dan proteksi diri.

Floery memaparkan, fa - shion show ini memberikan penga la man agar siswa melihat lang sung realita industri mode. ”Ti dak sekadar me ma merkan ko lek si busana saja, tapi ju ga stra te gi agar koleksi mereka dapat dinikmati dan terjual di masyarakat menjadi penting,” kata Floery.

Sudarsono