Edisi 14-02-2018
Laba Bersih BTN Tembus Rp3,02 Triliun


JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencetak laba bersih senilai Rp3,02 triliun pada 31 Desember 2017.

Jumlah tersebut naik 15,59% dari Rp2,61 triliun pada akhir 2016. Adapun capaian laba bersih ter se but ditopang penyaluran kre dit dan pembiayaan BTN yang naik 21,01% dari Rp164,44 tri li un pada De sem - ber 2016 men jadi Rp198,99 tri liun pada De sem ber 2017. Per tumbuhan kre dit ter se but ter catat berada di atas rata-rata industri pe r bank an na sio nal. Data Bank In do nesia me nun - juk kan per De sem ber 2017, kre dit perbankan na sio nal ha - nya tum buh di level 8,2%. Direktur Utama BTN Mar - yono mengatakan, perseroan te rus berupaya melakukan trans formasi dan inovasi dalam men jalankan bisnis, terutama de mi menyukseskan Program Sa tu Juta Rumah. Tujuannya un tuk menjangkau semakin banyak masyarakat Indonesia me - mi liki hunian yang terjangkau.

”Dengan berbagai trans for - ma si dan inovasi dalam men du - kung Program Satu Juta Ru - mah, BTN sukses mencetak laba ber sih senilai Rp3,02 triliun dan pe nyaluran kredit yang tumbuh se besar 21,01% atau di atas rata-rata industri perbankan na s ional,” ujar Maryono dalam Press Conference Paparan Ki ner - ja Bank BTN Kuartal IV/2017 di Ja karta, kemarin Sebagai bank penyalur Prog - ram Satu Juta Rumah milik pe - me rintahan Presiden Joko Wi - do do, Maryono menjelaskan, kre dit perumahan masih men - do minasi komposisi pinjaman BTN sepanjang 2017 atau men - ca pai 90,07%. Per Desember 2017, kredit perumahan yang di salurkan perseroan juga naik 21,14% yoy dari Rp147,94 tri - liun menjadi Rp179,22 triliun.

Di segmen kredit pe ru ma h - an, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) emiten bersandi saham BBTN ini pun terkerek naik s e - be sar 23,26% dari Rp117,3 tri - liun pada akhir 2016 menjadi Rp144,58 triliun pada periode sa ma tahun 2017. Dengan pe - nya luran tersebut, BTN juga ter catat masih menguasai pasar KPR di Indonesia dengan pang - sa sebesar 36,3%. Kemudian di seg men KPR Subsidi, BTN men - jadi pemimpin pasar dengan pang sa sebesar 95,42%. Maryono memaparkan, KPR Subsidi mencatatkan laju per - tumbuhan tertinggi, yakni se - besar 32,45% dari Rp56,83 triliun menjadi Rp75,27 triliun pada Desember 2017. KPR Nonsubsidi pun tercatat naik 14,62% menjadi Rp69,3 triliun pa da ak - hir 2017 dari Rp60,46 tr iliun pa - da periode sama tahun se be lumnya.

Kemudian kredit konst ruk - si BTN juga tumbuh 18,98% dari Rp21,92 triliun men jadi Rp26,08 triliun pada akhir 2017. La lu kredit pe ru mah an lainnya ter catat senilai Rp8,56 triliun p a - da Desember 2017. Kredit nonperumahan BTN ini juga terpantau naik sebesar 19,78% dari Rp16,49 triliun men jadi Rp19,76 triliun pada kuar tal IV/2017. Kenaikan ter - s e but ditopang peningkatan kre dit konsumer sebesar 1,59% men jadi Rp4,81 triliun dan kre - dit komersial sebesar 27,12% men jadi Rp14,95 triliun pada ak hir 2017. Laju positif penyaluran kredit tersebut juga diikuti dengan per baikan kualitas kredit.

Rasio kre dit bermasalah (non-perform ing loan/ NPL) gross per sero an tercatat hanya sebesar 2,66% per Desember 2017 atau tu run dari 2,84% pada De sem - ber 2016. Penyaluran kredit ju ga turut meningkatkan aset BTN sebesar 22,04% dari Rp214,16 triliun menjadi Rp261,36 triliun pada akhir 2017. ”Aset BTN saat ini telah men ca - pai Rp261,36 triliun, dan se ben tar la gi kami optimistis tar get bank ter besar ke-5 ber da sar kan aset akan terpenuhi,” kata Maryono. Sementara itu, hingga akhir De sember 2017, BTN juga telah men g himpun Dana Pihak Ke ti - ga (DPK) senilai Rp192,95 tri - liun. Perolehan tersebut naik 20,45% dari Rp160,19 triliun pa da 31 Desember 2016.

Maryono juga optimistis, ta - hun ini kinerja perseroan akan me laju sesuai dengan target. Ada pun tahun ini, BTN mem bi - dik pertumbuhan aset berkisar 17-20%, pinjaman sebesar 22- 24%, dan DPK 19-22%. Se dang - kan pertumbuhan laba bersih di targetkan melebihi 25%. ”Sa - ya yakin, target akan tercapai se - la ras dengan prediksi p er ge rak - an sektor properti yang positif, d itopang angka kebutuhan r u - mah masih tinggi serta per tum - buhan ekonomi yang membaik di sumbang pesta demokrasi dan ajang olahraga inter na s io - nal Asian Games 2018,” ujarnya. Direktur BTN Budi Satria menambahkan, sejalan dengan kinerja positif perseroan, Unit Usaha Syariah (UUS) BTN pun mencatatkan kenaikan serupa.

Per Desember 2017, laba bersih BTN Syariah tercatat naik 27,76% dari Rp377,42 miliar men jadi Rp482,19 miliar. Per - oleh an laba bersih UUS BTN ter - se but disumbang oleh penya - lur an pembiayaan yang naik 26,46% dari Rp14,22 triliun men jadi Rp17,98 triliun pada De s ember 2017. ”Dengan kinerja tersebut, aset UUS BTN pun naik 29,08% dari Rp18,12 triliun menjadi Rp23,39 triliun pada kuartal IV/2017,” katanya. Sepanjang 2017 lalu, kata Bu di, BTN Syariah juga telah meng himpun simpanan ma - sya ra kat senilai Rp18,75 triliun atau naik 24,78% dari Rp15,03 tri liun.

Rasio pembiayaan berma salah (non-performing financing/NPF) gross BTN Sya - riah juga menurun dari 1,01% pa da Desember 2016 menjadi 0,95% pada bulan yang sama ta - hun berikutnya.

Rakhmat baihaqi