Edisi 14-02-2018
Sharapova Inkonsisten


DOHA - Petenis Rusia Maria Sharapova gagal menampilkan permainan terbaiknya dalam Turnamen Qatar Open.

Peraih lima gelar grand slam itu secara mengejutkan terdepak pada babak pertama di Khalifa International Tennis and Squash Complex dini hari kemarin.Sharapova kalah 4-6, 6- 4, 6-3 oleh petenis kualifikasi berkebangsaan Rumania Monica Niculescu. Meski datang sebagai penerima wildcard dan bermain di Doha untuk pertama kali sejak 2013, Sharapova sempat terlihat meyakinkan setelah memetik kemenangan pada set pertama. Sayangnya, petenis berusia 30 tahun itu harus berjuang keras untuk mempertahankan momentumnya pada dua set berikutnya.

Akhirnya, dia harus mengakui kekalahannya dari Niculescu yang bermain sangat gigih hingga akhirnya tersingkir setelah bermain 2 jam 38 menit. “Saya bermain dengan baik ketika memenangkan rally-rally yang lebih panjang, walaupun itu bukan benar-benar hal yang saya inginkan. Secara fisik, saya merasa prima. Saya hanya sedikit pasif jelang akhir dan mulai melakukan terlalu banyak kesalahan,” kata Sharapova. Mantan petenis nomor satu dunia ini memang bermain kurang konsisten. Tercatat, Sharapova melakukan 11 pelanggaran ganda (double foult) dan 52 kesalahan sendiri (unforced error) sepanjang pertandingan itu.

Sementara Niculescu yang melesatkan 12 winner tampil percaya diri seiring berjalannya pertandingan. Meski begitu, Sharapova cukup puas dengan jalannya pertandingan itu. Sebab, dia sangat membutuhkan pertandingan yang ketat seperti itu sejak comeback tahun lalu akibat masalah doping dan kerap diganggu cedera. “Saya suka bermain dalam pertandingan tiga set dan saya pikir telah berhasil menambah kepercayaan diri. Jadi, saya tidak perlu menghindar dari tantangan itu,” ungkapnya.

Bagi Niculescu, ini menjadi kemenangan yang kedua menghadapi petenis berperingkat 50 besar dunia musim ini sekaligus berkesempatan mengulang prestasi terbaiknya di turnamen itu dengan mencapai perempat final pada 2012. Pada laga selanjutnya Niculescu sudah ditunggu Magdalena Rybarikova atau petenis tuan rumah Fatma al- Nabhani pada babak kedua. “Saya Keputusan mengejutkan diambil Pelatih Stefano Teco Cugurra dalam lawatan ke negeri jiran dengan tidak menyertakan empat pilar utamanya.

Dari 18 pemain yang diboyong ke Johor Bahru, tidak ada nama striker Marko Simic, Rohit Chand, Ramdani Lestaluhu, dan sang kapten Ismed Sofyan. Padahal, keempat pemain tersebut merupakan tulang punggung Persija sehingga dapat melaju mulus di Piala Presiden 2018. Marko Simic misalnya, sejauh ini menjadi predator utama Macan Kemayoran dengan koleksi sembilan gol di turnamen pramusim tersebut. Sementara Rohit Chand solid mengawal lini tengah tim ibu kota. Manajemen Persija beralasan, tenaga keempatnya sangat dibutuhkan untuk laga final Piala Presiden di Stadion Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, Sabtu (17/2).

Faktor kelelahan dikhawatirkan meningkatkan potensi cedera sehingga mereka diistirahatkan. Rotasi ini juga mengindikasikan bahwa Persija memilih mengorbankan laga perdana Grup H Piala AFC dan fokus menghadapi pemenang antara Bali United dan Sriwijaya FC. Pelatih Stefano Teco Cugurra menyatakan, kendati tidak diperkuat empat pemain pilarnya, dia optimistis anak asuhnya mampu berbicara banyak dalam laga kontra JDT. Menurut dia, kesempatan tampil di Piala AFC harus dimanfaatkan dengan baik oleh Macan Kemayoran. Apalagi, tim kebanggaan Jakmaniaitu sudah absen selama 16 tahun dari kompetisi Asia. Karena itu, dia bertekad mempersembahkan kemenangan pada laga perdana grup H.

“Kami harus bekerja keras untuk bisa menang di kandang JDT. Poin penuh harus kami bawa pulang karena wakil Vietnam juga menang di markas Tampines Rovers,” kata Teco kemarin. Pelatih asal Brasil mengungkapkan, kendati dihadapkan pada jadwal padat dan dilanda kelelahan, pemainnya sudah siap menghadapi tim berjuluk Harimau Selatan tersebut. Terkait kekuatan JDT, mantan pelatih fisik Persebaya ini menyatakan jika tim lawan dihuni pemain berkualitas dan memiliki kecepatan. Apalagi, JDT merupakan salah satu tim papan atas Liga Super Malaysia. Menurut dia, seluruh tim di Grup H patut diwaspadai.

“Semua pemain JDT bagus dan kita respect karena mereka tim besar. Kami juga sudah berdiskusi dengan (Marko) Simic karena dia pernah main di Malaysia. Kami harus mewaspadai seluruh pemain mereka,” tambahnya. Striker Persija Rudi Widodo menyatakan, tampil di Piala AFC menjadi kesempatan untuk menunjukkan jika Persija adalah tim besar. Kendati mengaku menghormati JDT sebagai tim kuat Malaysia, tiga poin menjadi harga mati dalam laga hari ini. “Kami sepakat datang ke Malaysia tidak untuk kalah.

Dari segi kekompakan, seluruh pemain sangat bagus. Kami harus menang untuk mendapatkan suntikan semangat menghadapi final Piala Presiden. Apalagi, kami sudah juara di Malaysia sebelumnya pada turnamen Boost SportFix Super Cup,” ungkapnya. Rudi mengaku tidak masalah dengan jadwal padat yang harus dijalani Persija. Termasuk dengan absennya striker Marko Simic serta tiga pilar lainnya. Menurut dia, Macan Kemayoran tidak kekurangan pemain yang kualitasnya selevel seperti Bambang Pamungkas serta striker anyar Addison Alves.

“Kami sudah siap secara mental menghadapi tekanan suporter lawan. Namun, saya kira tidak akan seperti di Indonesia di mana jumlah pendukungnya jauh lebih besar,” tambahnya. Di sisi lain, Bali United yang melakoni laga perdana Grup G Piala AFC kontra Yangon United harus menelan malu di depan pendukungnya sendiri kemarin. Serdadu Tridatu dipaksa menyerah dengan skor telak 1-3 oleh tim asal Myanmar tersebut. Tiga gol tim tamu seluruhnya tercipta pada babak pertama. Sementara satu-satunya gol Bali United disumbangkan Sukadana pada menit 45.

Kekalahan ini tidak lepas dari keputusan pelatih Widodo Cahyono Putro yang memilih memarkir sejumlah pilar utamanya dan memainkan tim lapis kedua. Laga leg kedua semifinal kontra Sriwijaya FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, hari ini menjadi salah satu alasan Widodo melakukan rotasi besar-besaran.

Abriandi