Edisi 14-02-2018
Syarat Lengkap Proses pun Cepat


LENGKAPI dokumen yang diminta dan ikuti prosesnya sesuai prosedur adalah trik yang bisa Anda lakukan untuk memperlancar proses KPR renovasi.

Setelah menentukan rencana anggaran biaya (RAB) dan produk bank yang paling sesuai dengan kebutuhan, kini saatnya mengajukan KPR renovasi. Pada dasarnya, prosedur yang digunakan dalam proses pengajuan sama seperti proses pengajuan KPR pembelian rumah. Anda sebagai calon debitur cukup mengikuti prosedur yang ditetapkan bank sehingga prosesnya dapat berlangsung lancar. Salah satu hal yang membedakan proses KPR pembelian rumah dengan KPR renovasi adalah inspeksi atau peninjauan bank ke lokasi rumah yang akan digunakan.

“Inspeksi ini dilakukan bank setelah debitur mengajukan permohonan KPR renovasi. Jika agunan, dalam hal ini rumah yang sertifikatnya akan dijaminkan lolos audit dari bank, calon debitur akan dibuatkan janji oleh bank untuk melakukan akad kredit,” ungkap Rini Soetikno, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi. Akad kredit biasanya dihadiri pihak bank sebagai calon kreditur, pemilik rumah sebagai calon debitur, dan notaris sebagai saksi. “Notaris biasanya disediakan bank, tetapi biaya jasanya dibebankan calon debitur,” kata Rini.

Untuk memperlancar proses pengajuan kredit, pastikan Anda melengkapi dokumen yang dibutuhkan bank. Dokumen yang dibutuhkan tidak berbeda jauh dengan dokumen pengajuan KPR pembelian rumah, seperti KTP, kartu keluarga, NPWP, pasfoto, dan surat keterangan penghasilan minimal enam bulan terakhir. “Untuk rumah yang sudah dimiliki, pemilik juga harus menyertakan sertifikat hak milik bangunan (SHM) dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) terakhir. Sedangkan untuk rumah yang masih berstatus KPR, pemilik harus menyertakan bukti transaksi yang telah dilakukan pemilik dan penjual rumah,” kata Rini.

Aprilia s andyna