Edisi 14-02-2018
Crown Group Bangun Properti Dekat Kampus


TIMES High Education, majalah ming guan yang berbasis di London, Britania Raya, melaporkan survei yang menye butkan bahwa tiga dari 10 universitas ter baik di Asia Pasifik berasal dari Australia.

Untuk itulah, Crown Group, pengembang yang berbasis di Sydney, bertekad mem bangun properti yang dekat dengan kampus. Times Higher Education telah meluncurkan peringkat universitas Asia Pasifik pertamanya pada 2017 yang menggambarkan kekuatan pertumbuhan di sektor pendidikan tinggi di kawasan ini. Peringkat universitas Asia Pasifik tahun 2017 ini berhasil menganalisis universitas di 38 negara di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oceania. Keseluruhan peringkat menampilkan lebih dari 200 universitas dari 13 negara yang berbeda.

Times Higher Education dikenal menerbitkan daftar tahunan Times Higher Education World Universities Rankings yang pertama kali muncul pada November 2004. Jepang adalah negara yang paling banyak memiliki perwakilan dengan 69 universitas. China berada di posisi kedua dengan 52 universitas. Negara lain yang memiliki ke - ha diran kuat di peringkat tersebut adalah Australia (35 universitas), Taiwan (26 uni - versitas), Korea Selatan (25 universitas), dan Thailand (9 universitas). Australia diwakili tiga universitas terkemuka di daftar Top 10, yaitu University of Melbourne (peringkat 3), Australian National University (peringkat 8), dan University of Queensland (peringkat 10).

Selanjutnya, untuk daftar Top 20, Australia memiliki delapan perwakilan universitas, yaitu University of Sydney (peringkat 11), Monash University (12), University of New South Wales (16), University of Western Australia (19), dan University of Adelaide (20), di mana University of Sydney dan University of New South Wales berada di Sydney. Seperti yang diutarakan dalam laman Indonesia.embassy.gov.au , Australia memang menjadi pilihan tujuan belajar utama bagi warga Indonesia pada 10 tahun terakhir, dengan perbandingan satu dari empat mahasiswa yang belajar di universitas luar negeri, memilih Australia.

Pendaftaran dari Indonesia k eseluruh lembaga pendidikan Australia, dari universitas hingga pusat pelatihan vokasional, mencapai lebih dari 20.000 hingga Juni 2017. Sebab, semakin banyak keluarga Indonesia yang mengakui bahwa Australia lebih dekat, terjangkau, aman, serta memiliki universitas kelas dunia. Crown Group Indonesia Head of Sales, Elis Sumarto mengatakan, data baru ini adalah pernyataan kuat yang mengatakan bahwa Australia bukan hanya Save Heaven untuk investasi properti, melainkan juga merupakan pusat pendidikan di wilayah Asia.

Australia telah menjadi tujuan institusi pendidikan utama selama beberapa dekade terakhir di kawasan ini.

Rendra hanggara