Edisi 14-02-2018
Makassar Segera Miliki Pasar Ternak Terintegrasi


MAKASSAR – Kota Makassar tak berapa lama lagi segera memiliki pusat penjualan hewan ternak di sati kawasan tertentu.

Ini menyusul semakin seringnya ditemui penjualan hewan ternak disejumlah jalan protokol. Kawasan itu nan ti - nya akan terintergrasi dan ber - konsep modern “Itu rencana pembangunan jangka panjang, desainnya su - dah ada untuk membangun pa - sar ternak modern ter inte gr a - si,” kata Kepala Dinas Peri kan - an dan Pertanian, Abdul Rah - man Bando, kepada KORAN SINDO, kemarin.

Konsep in tegrasi yang di - maksud yakni pe merintah akan menyiapkan fasilitas la yan an dalam satu tempat. Mi salnya, pasar he wan ternak, pu sat ke se - hatan hewan, ru mah potong hewan (RPH), pe ngolahan lim - bah men jadi pu puk organik dan bio gas.

Na mun, kata dia, hing - ga 2017 pe merintah baru bisa membangun pusat kesehatan hewanyangsaat inisudahmem - beri pelayanan. Namun rencana pe m ba - ngunan pasar ternak dan RPH agak mengalami kesulitan di - karenakan terkendala pem be - basan lahan.

Pada 2016 lalu pi - haknya hanya mendapatkan? alo kasi anggaran APBN me la - lui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp49 miliar. Hanya saja, dana tersebut tidak bisa dimaksimalkan untuk pem - bangunan pasar ternak mo - dern yang sudah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu ka - rena persoalan lahan.

Nah, untuk mewujudkan pro yek tersebut dibutuhkan la - han sekitar 10 hektare (ha). Na - mun, lahan RPH Tamangapa baru mencapai 3 ha. “Jadi nanti didalamnya sudah ada pasar kambing, sapi. Jadi, tidak ada lagi penjualan hewan ternak dalam kota, itu program jangka panjang kami,” sebutnya.

Wali Kota Ma kas sar, Mo - ham mad Ramdhan Danny Po - manto mengaku masih ber - juang agar pembe bas an lahan segera terselesaikan. “Sementara kita la ku kan, kemarinkan terkenda ke tersediaan lahan, dan pem be basan lahan ini ma - sih stagnan. Insya Allah kami akan ber konsentrasi di 2018 dan 2019,” kata Danny.

vivi riski indriani