Edisi 14-02-2018
Ditinggal Ibu Bapaknya Cerai, sejak Kecil Hanya Dirawat Nenek


Nasib malang dialami Vicky, 8, bocah asal Kampung Talaga RT 10/4, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Dia menderita penyakit aneh.

Beberapa bagian tubuhnya membengkak akibat penumpukan cairan. Selintas, anak itu seperti menderita penyakit gondok karena di bagian lehernya membesar. Awalnya dia hanya bisa berbaring di tempat tidur dan mengaku cukup kesakitan dengan pembengkakan di beberapa bagian tubuhnya, terutama di leher.

Nasib bocah ini semakin memilukan karena Vicky ditinggalkan ibu bapaknya sejak masih bayi. Selama ini dia tinggal dan diurus sang nenek, Warsih, 55. Sementara kedua orang tuanya, Usman, 35, dan Ati, 25, sudah lama bercerai dan pergi entah kemana. Berdasarkan kabar, masingmasing sudah menikah lagi dan punya anak. “Selama ini saya yang mengurusnya,” tutur Warsih, kemarin.

Menurut dia, penyakit yang diderita cucunya itu terbilang sudah lama, hanya saja kondisinya semakin parah se jak tiga bulan terakhir. Atau bertepatan dengan ter putusnya pengobatan sehingga beberapa bagian tubuh Vicky kembali membengkak. Sekolahnya pun harus terhenti karena sama sekali tidak bisa beraktivitas sebagaimana layaknya anak seusianya.

Padahal, Vicky memiliki kelebihan, yakni termasuk pandai mengaji Alquran. Dengan kepandaiannya itu, dia sebenarnya cukup disegani teman-teman sebayanya. Sakitnya selama tiga bulan sontak saja membuat temantemannya merasa kehilangan. Di surau kampung tak terdengar lagi Vicky mengaji dengan suara merdunya.

Selama waktu itu, paling banter Vicky hanya membaca buku sembari berbaring lemah dan merasakan begitu sakitnya pembengkakan pada bagianbagian tubuh tertentu. Pemerintahan Kecamatan Sukasari baru mengetahui terdapat warganya yang menderita penyakit aneh itu ketika melakukan pelayanan terpadu secara rutin ke kampung-kampung.

Ketika itu, Camat Sukasari Jaya Pranolo mendapat kabar adanya bocah yang menderita penyakit aneh. Lalu bersama petugas kesehatan setempat, pihaknya mengecek langsung ke rumahnya. Pada kesempatan itu, dokter puskesmas sempat mendiagnosa Vicky menderi ta sindrom nefrotik atau gang - guan ginjal yang menye bab kan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein yang dibuang melalui urine.

Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik dapat di ala mi oleh siapa saja. Sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia antara 2 sampai 5 tahun. “Kami langsung bawa ke Rumah Sakit Umum Bayu Asih. Prioritas pertama kami adalah bagaimana anak ini sermbuh.

Alhamdulillah, Vicky sudah mendapat pe na - nga n an medis di rumah sakit. Kami terus pantau setiap per - kembangan kesehatannya. Kami juga mengapresiasi kesigapan aparat desa, tim kesehatan, dan pihak lain dalam menangani persoalan ini,” ungkap Camat Sukasari Jaya Parnolo kepada KORAN SINDO kemarin.

Dia menjelaskan, selama proses pengobatan, semua bia ya ditanggung BPJS Ke se - hatan. Sementara biaya ke bu - tuhan untuk penunggu pasien didapat dari hasil swadaya aparat desa dan pemerintah kecamatan setempat. Se hing - ga, untuk sementara ini, se - mua persoalan tersebut dapat teratasi.

ASEP SUPIANDI

Purwakarta