Edisi 14-02-2018
KPK Datangi Unsrat Periksa Dokumen Ganti Rugi


MANADO– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa beberapa do kumen milik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terkait laporan masyarakat tentang tuntutan ganti rugi (TGR) yang dialami sekitar 2.000 orang terdiri atas dosen, honorer dan staf pegawai.

Dari laporan masyarakat did u - ga terjadi kelebihan pem ba - yar an uang ganti rugi hingga ne gara dirugikan Rp10 miliar. Hal ini juga seseuai dengan hasil au dit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang me nya - takan terjadi kelebihan pem - ba yaran pada tahun anggaran 2015 dari hasil laporan ke - uangan Unsrat.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Ronny A Ma ra - mis mengakui jika kedatangan penyidik KPK melakukan pe - meriksaan. “Ada tim KPK tapi klarifikasi temuan BPK untuk tin dak - lanjut hasil temuan BPK ten - tang kelebihan bayar honor do - sen dan pegawai,”ujarnya, Se - lasa (13/2).

Namun dia membantah jika KPK memeriksa Rektor Unsrat Ellen J Kumaat. “Bukan periksa pim pinan Unsrat, jangan dibelok- belok ke pim pin an,”ujar - nya. Dijelaskannya ada empat pe - nyidik KPK yang da tang.

Na - mun selain pe meriksaan do ku - men juga meminta keterangan dosen-dosen dan pegawai bu - kan ke rektor. “Ini mungkin ada yang ingin mengambil ke un - tungan di pro ses pemilihan rek tor,”tu kasnya. Pernyataan serupa disam - pai kan juru bicara Rektorat Hesky Kolibu. Menurutnya ke da tangan KPK terkait hasil au dit BPK atas kelebihan bayar untuk tahun anggaran 2015.

“Me reka masih melakukan sin kronisasi data tetapi pi hak - nya masih menunggu hasil pe - me riksaan dan terkait dengan yang mereka lakukan selan jut - nya,” kata dia. Dikatakan, Unsrat sangat kooperatif dengan apa yang KPK lakukan. Dia juga mem - ban tah informasi terkait dipe - rik sananya rektor soal ini.

“Ti dak ada pemeriksaan rek tor. Rektor juga sudah be - rang kat ke Bali untuk acara nasional jadi mereka diberikan kesempatan untuk melakukan ke giat an me reka di sini,”ban - tahnya.

cahya sumirat