Edisi 15-02-2018
Pembangunan Gizi Harus Jadi Agenda Prioritas


Masa depan bangsa dan negara sangat ditentukan oleh kualitas generasi . Tumbuh kembang generasi penerus bangsa ini sangat ditentukan pada se jauh mana dia mendapatkan pelayanan dasar yang baik dan ber kualitas, terutama pendidikan dan kesehatan.

Mencuatnya ka sus gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua, belum lama ini menghentakkan kita betapa pelayanan kesehatan belum se - penuhnya merata. Tebukti puluhan anak balita meninggal dunia di Papua akibat menderita campak dan gizi buruk. Pemerintah sudah banyak berbuat untuk mengatasi kejadian yang ikut menyita perhatian media internasional ini. Segala upaya tersebut layak diapresiasi. Namun penanganan kasus gizi buruk tidak bisa dise lesaikan dalam waktu singkat. Bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi masyarakat juga perlu diedukasi secara terusme nerus. Rendahnya kesa daran mengonsumsi makanan bergizi masih dialami sebagian ma - syarakat.

Kasus kurang gizi tidak hanya disebabkan faktor eko nomi sebuah keluarga, melainkan bisa pula akibat ren - dahnya kesadaran untuk me - ngon sumsi gizi, terutama anak. Maka itu perlu adanya investasi berupa dorongan kepada masyarakat untuk hidup lebih se - hat. Salah satunya de ngan cara menciptakan ke sa dar an akan pentingnya mengonsumsi susu secara rutin. Peran penting susu sebagai pe nyempurna gizi seimbang men jadikannya sebagai daftar ke butuhan yang tidak boleh dipan dang sebelah mata. Ter - dengar sepele, tetapi ini sangat menentukan kualitas tumbuh kembang sumber daya manusia (SDM).

Begitu pentingnya susu bagi kesehatan dan untuk me - ningkatkan kesadaran masyara - kat dunia akan perilaku minum susu, setiap tahun Food and Agriculture Organization (FAO) mencanangkan hari khusus sebagai Hari Susu Sedunia. Hanya saat ini saat ini angka konsumsi susu masyarakat Indo nesia masih rendah, yakni 12 liter per orang per tahun (hasil pengolahan data Nielsen RUU Data-nonprojected - 2014 dan BPS). Ini jauh di bawah konsumsi susu negara tetangga seperti Malaysia yang sebesar 39 liter per orang per tahun. Susu sangat penting karena meru pa - kan emulsi lemak dalam air yang mengandung beberapa senyawa terlarut.

Kandungan air di da - lam susu sangat tinggi, yaitu se - kitar 87,5%, dengan kandungan gula susu (laktosa) sekitar 5%, protein sekitar 3,5%, dan lemak sekitar 3-4%. Susu juga me ru - pakan sumber kalsium, fosfor, dan vitamin A yang sangat baik. Mutu protein susu sepadan nilainya dengan protein daging serta telur dan terutama sangat kaya akan lisin, yaitu salah satu asam amino esensial yang sa - ngat dibutuhkan tubuh (Wi do - do, 2002). Perlu membangun ke - sadaran masyarakat bahwa pada periode 1.000 hari pertama ke - hi dupan diperlukan zat-zat gizi yang cukup untuk membentuk jaringan otak anak yang sem - purna.

Susu dapat membantu memasok kebutuhan protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh sehingga kebutuhan zat gizi untuk otak dapat terpenuhi. Susu yang dikonsumsi anak da - pat memasok energi untuk ak tivitas sehari-hari serta protein dan kalsium untuk pertum buhan yang optimal. Hendaknya masyarakat ti dak lagi abai terhadap masalah gizi ini. Ke depan, pem ba ngun an gizi pun harus menjadi salah satu agenda prioritas peme rin tah untuk menjamin anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas sertaterbebasdarike mung kinan mengalami gizi buruk.

Ahmad Lutfi Karim
Mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian




Berita Lainnya...