Edisi 15-02-2018
BTPN Fokus Inovasi dan Transformasi Digital


JAKARTA – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) terus konsisten fokus pada inovasi dan transformasi digital sejak 2016 lalu.

Pada tahun yang sama, BTPN resmi memiliki dua platform digital banking untuk melayani dua segmen berbeda. Pertama, BTPN Wow! yang di - peruntukkan bagi segmen belowconsuming- class yang terdiri atas petani, nelayan, buruh, pekerja informal, dan para pedagang mikro. Platform kedua adalah Jenius yang ditujukan bagi seg - men consuming-class. Hingga akhir Desember 2017, BTPN Wow! telah me - miliki 4,8 juta nasabah yang di - layani oleh lebih dari 200.000 agen. Sementara jumlah nasa - bah Jenius yang terdaftar telah mencapai hampir 500.000. Sepanjang tahun lalu, inovasi digital kedua platform tersebut terus berlanjut.

Pada saat yang sama BTPN juga melakukan transformasi digital pada lini bisnis inti lain - nya. Digitalisasi existing business ini mencakup pengem bangan alternative channels, integrasi cabang, automasi proses, trans - for masi infra struk tur IT, dan pe - latihan (retraining) karyawan. Direktur Utama BTPN Jerry Ng mengatakan, melalui trans - formasi digital ini, jaringan la - yan an nasabah bertambah luas dan kualitas layanan nasabah tetap terjaga walaupun jumlah kantor cabang berkurang dan organisasi menjadi lebih ram - ping. Langkah transformasi ini akan dilanjutkan hingga akhir 2018.

”Kami mengalokasikan in - ves tasi cukup besar untuk pro - ses transformasi ini, termasuk belanja IT, infrastruktur, serta menganggarkan biaya opera - sio nal untuk melatih ulang kar - yawan,” ungkap Jerry dalam siar an pers di Jakarta, kemarin. Adapun biaya restruktur - isasi organisasi perusahaan dan operasionalisasi kantor cabang mencapai Rp736 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk dana yang dialokasikan bagi para kar - yawan yang mengikuti Program Pengakhiran Kerja Sukarela (PPKS) sebagai one-time restruc - turing cost.

Dia menjelaskan, untuk me - ngembangkan layanan digital, sepanjang 2017, BTPN telah menginvestasikan dana Rp832 miliar atau meningkat 36% di - bandingkan dengan nilai inves - tasi tahun 2016 sebesar Rp611 miliar. Konsistensi BTPN dalam melayani masyarakat melalui dukungan teknologi digital ber - buah positif. Pihaknya selalu ber - upaya tumbuh optimal se kaligus proaktif dalam melaku kan ino - vasi. Tantangan berat di hadapi perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja dan pada saat yang sama men jalan - kan trans for masi digital.

Di tengah situasi ekonomi masih menantang, perseroan berhasil menjaga pe nyaluran kredit tetap tumbuh 3% (year-on-year/yoy) dari Rp63,2 triliun menjadi Rp65,3 triliun pada akhir Desember 2017. ”Dalam kualitas kredit, kami tetap terjaga dengan rasio kre dit bermasalah (non perfor ming loan/NPL) 0,9%,” kata Jerry. Pertumbuhan kredit antara lain ditopang oleh penyaluran kredit ke segmen usaha kecil danmenengah(smallandme dium enterprises/SME) men capai Rp11,6 triliun atau tum buh 25% dari posisi sama tahun sebe lum - nya senilai Rp9,3 triliun.

Sementara pembiayaan melalui BTPN Syariah tumbuh 21% dari Rp5 triliun menjadi Rp6 triliun pada akhir Desember 2017. Total pendanaan (funding) me ningkat 4% (yoy) dari Rp73,3 triliun menjadi Rp76,5 triliun pada akhir Desember 2017. Dari jumlah tersebut, komposisi dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3% (yoy) dari Rp66,2 triliun menjadi Rp67,9 triliun pada akhir Desember 2017. Adapun aset perseroan ter - catat naik 5% (yoy) dari Rp91,4 triliun menjadi Rp95,5 triliun pada akhir Desember 2017 dan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio /CAR) terjaga di 24,6%. Sementara laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) mengalami penu - run an 30% (yoy) menjadi Rp1,2 triliun.

”Inovasi dan transformasi digital adalah investasi strategis yang berdampak pada profita - bilitas jangka pendek. Apabila tidak menghitung dampak biaya dari investasi strategis ini, maka laba kami dari bisnis inti masih tumbuh 6% menjadi Rp2,4 tri - liun,” ujar Jerry. Perseroan juga sedang me - lakukan proses assessment untuk melakukan aksi merger de - ngan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Perseroan optimistis kombinasi dari siner gi kedua bank sangat men - janjikan.

Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal mengaku akan mulai mengkaji dan memper siap - kan teknis untuk proses merger tersebut. Menurutnya rencana ini menjadi salah satu upaya men dukung konsolidasi perbankan nasional. Selain itu, juga sebagai upaya meluaskan pasar SMBC di Indonesia.

Hafid fuad