Edisi 15-02-2018
Tak Ada Penangkal Kutukan Guardiola


SEHARIsebelum kick-offdi Stadion Saint Jakobspark, Basel, Joseph ‘Pep’ Guardiola memenuhi kewajibannya menggelar jumpa pers di hadapan puluhan wartawan.

Seperti yang sudah-sudah, jika tim raksasa datang ke Swiss, pertanyaan jurnalis terutama dari Inggris lebih fokus kepada Manchester City (Man City), bukan FC Basel. Lebih tepatnya, bagaimana strategi Guardiola merengkuh trofi Liga Champions untuk Man City musim ini. Pertandingan perdelapan final melawan FC Basel seakan tidak banyak artinya. Anggapan itu tidak terlalu salah. Jika Manchester United (MU), Tottenham Hotspur, FC Chelsea, hingga Liverpool pernah merasakan betapa pahitnya meremehkan kekuatan lawan, tidak demikian dengan Man City, terutama di bawah komando Guardiola.

Manchester Biru langsung mencetak tiga gol di babak pertama. Satu gol tambahan di babak kedua sudah menjelaskan bagaimana posisi FC Basel di partai tandang kelak. “FC Basel kembali ke fitrahnya, cukuplah di perdelapan final saja,” kata wartawan sebuah radio di Swiss. Stadion Saint Jakobspark yang biasanya bergemuruh menyambut kemenangan melawan klub dari Liga Primer, langsung senyap. Ratusan penonton tampak meninggalkan stadion di paruh waktu pertama. Ribuan fans meninggalkan tempat duduknya sepuluh menit jelang pertandingan berakhir. Kekalahan 0-4 ini mengulang kekalahan serupa.

Basel juga kalah telak 0-5 ketika Guardiola masih menjadi pelatih Barcelona. Pada 2008, bersama Lionel Messi dan Tierry Henry, Guardiola melumat Basel di depan pendukungnya sendiri. Guardiola seperti kutukan bagi klub kota kimia ini. “Terlalu kuat,” guman wartawan lain. FC Basel sendiri ketika menghadapi Man City tidak lagi diperkuat Emanuel Akanji dan Reanto Steffen. Keduanya sudah dilego satu bulan lalu. FC Basel lebih memilih mengamankan pundi-pundi keuangan daripada memberikan kejutan di Liga Champions. Meskipun kembali menggaet Valentin Stocker dan Fabian Frei, penampilan FC Basel malam itu tak cukup kuat menahan gempuran Kevin de Bruyne, Bernardo Silva, Ilkay Gundogan, Raheem Sterling, dan Sergio Aguero.

FC Basel akan tandang ke Stadion Etihad, kandang Man City, Maret mendatang. Harapannya cuma satu. Jika pun kalah, jangan terlalu banyak gawangnya kebobolan. Seperti kata Sport Manager Marco Streller, melaju ke perdelapan final Liga Champions, cukuplah sudah. “Yang penting kami juara di Liga Swiss lagi. Kalau tidak juara Liga Swiss, itu artinya kami mundur,” tandas Streller. Saat ini posisi FC Basel di liga domestik masih berada di urutan kedua setelah SC Young Boys Bern. Namun, Streller tetap yakin timnya masih bisa mengejarnya dan mengamankan gelar di akhir musim.

Laporan Kontributor Koran Sindo
Krisna Diantha
Swiss


Berita Lainnya...