Edisi 15-02-2018
Rockets Meroket


MINNESOTA- Laju Houston Rockets di kompetisi reguler NBA musim ini tak terbendung. Rockets terus meroket. Menghadapi tuan rumah Minnesota Timberwolves di Target Center, Minnesota, Amerika Serikat, kemarin, Rockets menang 126-108.

Kemenangan atas Timberwolves menjadi kemenangan kesembilan Rockets secara beruntun. Superioritas Rockets tak lepas dari performa luar biasa James Harden. Point guard dengan postur tubuh menjulang, yakni 1,96 cm, ini “mengamuk” dengan mencetak 34 poin, 13 asisst , 6 rebound . Torehan poin Harden yang terbanyak bagi Rockets diikuti Ryan Anderson dengan 21 poin, 1 asisst , 4 rebound. Kunci kemenangan Rockets pada laga ini karena mampu mencetak 10 angka saat injury time pada kuarter keempat melalui dua tembakan tiga angka dan satu free trow .

“Kami membuat banyak tembakan, terutama di kuarter keempat. Itu sengaja kami lakukan, karena hanya itu yang bisa menghentikan tuan rumah,” ujar Harden, dilansir TNS. “Saya pikir itu adalah permainan empat poin dan kami melaju 12-0. Begitulah cepatnya,” kata Harden. Selain Harden yang tampil luar biasa, sebenarnya Ryan Anderson patut disebut pahlawan Rockets. Bagaimana tidak, tambahan 10 poin Rockets di menit akhir kuarter keempat merupakan andil besarnya. Dua tembakan tiga angka Anderson menembus ring dengan mulus. “Mereka (Timberwolves) memainkan defense yang rapi dan disiplin sehingga sangat sulit menembus pertahanan mereka. Kami ingin memanfaatkan pilihan lain, yakni melalui shooting . Kami melakukannya dan kami beruntung,” kata Anderson.

Pelatih Timberwolves Tom Thibodeau mengatakan, sebenarnya permainan berjalan sesuai rencana yang telah dia rancang. Namun, terjadi kelengahan pada menit-menit akhir kuarter keempat. “Dia (Anderson) selalu melepaskan tembakan jarak jauh. Sehausnya kami mengerti dan mengantisipasi itu,” ujar Thibodeau. Sebenarnya, kata dia, skenario yang diterapkan Pelatih Rockets Mike DAntoni sudah terbaca. Memasuki kuarter kedua, DAntoni memberi instruksi khusus kepada Harden dan Anderson untuk lebih banyak melepaskan tree point shoot . “Penembak Rockets tingginya hampir 2 meter. Kami harus menutup ruang gerak mereka. Seharusnya kami memiliki kesadaran untuk itu. Tapi, kami terlambat melakukannya,” kata Thibodeau.

Center Timberwolves Karl-Anthony Towns sepakat dengan sang pelatih. Towns yang double-double pada pertandingan ini sekaligus menjadi doubledouble ke-50 di NBA mengatakan timnya terlambat mengantisipasi strategi Rockets. “Sangat sulit menghentikan saat mereka menembak seperti itu. Ketika mereka berhasil melaju seperti itu, sangat sulit menghentikannya,” tandasnya.

sazili mustofa