Edisi 15-02-2018
Susu Sapi Lebih Bergizi Dibandingkan Susu Nabati


SAAT ini tidak sedikit anak yang mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. Hal tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti genetik, gaya hidup, dan lingkungan.

Jika anak alergi susu sapi, susu berbahan almond, beras, kedelai, dan santan kelapa sawit bisa menawarkan alternatif bebas laktosa pada susu sapi. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa susu sapi tetap merupakan pilihan yang paling bergizi. Temuan ini berasal dari analisis Kanada yang menilai gizi satu porsi dari empat susu tanaman nabati masih kurang atau tidak memiliki kepadatan nutrisi yang lengkap dibanding susu sapi. “Kami berpikir bahwa peninjauan itu sudah terlambat dalam memahami informasi nutrisi dari berbagai susu nabati,” ungkap penulis studi, Sai Kranthi Kumar Vanga, yang merupakan kandidat PhD di Departemen Teknik Bioresource, Fakultas I lmu Pertanian dan Lingkungan, McGill University, Quebec, dilansir WebMD.

“Secara nutrisi, susu sapi masih merupakan minuman terbaik yang memiliki profil seimbang. Saya cukup terkejut bahwa banyak susu tidak memiliki kepadatan gizi susu sapi, baik dari segi nutrisi mikro maupun makro,” kata Vanga. Menurutnya, susu sapi dikemas dengan protein dan nutrisi penting lainnya, termasuk lemak dan karbohidrat. Susu sapi juga mengandung beberapa sifat antimikroba dan terbukti membantu bayi melawan demam dan infeksi pernapasan. Namun, para peneliti juga mengakui bahwa susu sapi terkadang meningkatkan masalah kesehatan. Ini dapat membawa patogen berbahaya, termasuk Salmonella dan Ecoli.

Banyak pula bayi dan anak alergi terhadapnya, meskipun beberapa di antaranya mampu mengatasi alergi mereka. Untuk membandingkan pro dan kontra gizi, para peneliti meninjau beberapa lusin studi, mengumpulkan data nutrisi dari databaseAS Department of Agriculture (USDA), dan menganalisis pelabelan nutrisi dari produk susu “tanpa susu” tanpa pemanis yang tersedia secara komersial. Tim menyimpulkan bahwa meski santan rendah kalori dan mendapat nilai bagus untuk rasa, dia menawarkan protein nol kepada konsumen dan mengandung lemak jenuh.

“Demikian juga dengan susu almond yang rendah kalori dan diberi nilai tinggi untuk rasa, susu berbahan almond menyediakan berbagai lemak, karbohidrat, dan protein yang sebanding dengan susu sapi. Namun, ini menimbulkan masalah potensial bagi mereka yang alergi kacang,” ucap Vanga. Sedangkan susu beras, menurut penelitian, digolongkan sebanding dengan susu sapi dalam hal kandungan kalori. Namun, susu tersebut mengandung lebih banyak gula dan tidak menyediakan lemak lemak, karbohidrat, dan protein yang setara.

Sementara itu, susu kedelai dianggap kurang dalam rasa dan menimbulkan masalah potensial bagi mereka yang memiliki alergi kedelai. “Tapi susu kedelai ternyata kaya akan protein, sekaligus menawarkan keseimbangan lemak dan karbohidrat serupa dengan susu sapi. Susu kedelai adalah yang paling dekat dalam hal nutrisi pada susu sapi,” ucap Vanga. Pendapat Vanga dan penelitian tersebut didukung direktur program nutrisi klinis di University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, Amerika, Lona Sandon.

Dia menuturkan, alternatif susu berbasis nabati dapat berperan dalam diet, terutama bagi orang yang hidup dengan alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. “Namun, mereka tidak unggul dalam masalah gizi. Orang bisa memilih pilihan rendah lemak untuk menghindari lemak jenuh. Bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, ada banyak pilihan susu sapi bebas laktosa yang ada di pasaran,” kata Lona.

Iman firmansyah