Edisi 23-02-2018
Manfaat Lebih Pijat Bayi


ADA beragam cara untuk memberikan yang terbaik bagi bayi selama proses pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu yang sederhana adalah memberi pijatan pada bayi.

Namun, tidak sederhana seperti kelihatannya, kegiatan memijat yang bisa dilakukan kapan saja di rumah ini memiliki berbagai manfaat. Ketua UKK Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial IDAI Dr dr Ahmad Suryawan SpA (K) mengatakan, kegiatan pijat bayi dapat memperkuat ikatan antara anak dan orang tua, memperkuat kekebalan tubuh, dan memperbaiki aliran darah.

“Sering kali orang tua tidak menyadari bahwa mereka terlalu fokus dalam membandingkan anak mereka dengan anak-anak lain. Ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendorong pertumbuhan serta perkembangan bayi dan anak apabila mereka fokus pada kebutuhan mereka sendiri.

Salah satunya dengan memijat,” tuturnya dalam acara Johnson’s 125 Video Terbaik untuk Bayi. Cara lain adalah dengan menghabiskan waktu berkualitas bersama anak mereka dengan berbicara atau berjalanjalan guna membantu anak bersosialisasi. “Ingatlah bahwa orang yang tahu apa yang terbaik bagi anak adalah orang tua mereka.

Itulah sebabnya menjadi percaya diri adalah hal pertama dan terpenting bagi orang tua untuk membantu anak mereka tumbuh dan mewujudkan impian mereka,” ungkap Dr dr Ahmad. Sementara itu, dalam acara yang sama, dr Eni Gustina MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, menyampaikan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan tiga strategi, yaitu para digma sehat, pelayanan kesehatan primer, dan penguatan pada pembiayaan.

Lakish Hatalkar, Presiden Direktur PT Johnson & Johnson Indonesia, menyatakan, menjadi seorang ibu adalah perjalanan yang paling indah dan pada saat ber samaan bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi ibu baru.

Menyadari kenyataan bahwa kehadiran internet membuka kemungkinan untuk mengakses hampir setiap informasi dengan mudah, mengharuskan para ibu milenial menjadi lebih kritis dalam memilih informasi dari sumber terpercaya, dimana hal tersebut juga menciptakan standar yang membawa tekanan bagi mereka untuk menjadi ibu sempurna.

(sri noviarni)