Edisi 23-02-2018
Mencicip Yak Steak di Namche, Nepal


SUDAH biasa dengan menu steak ayam atau daging sapi? Bagaimana jika daging yak dijadikan sajian steak? Dalam bahasa latin, yak disebut bos grunniens yaitu sejenis sapi yang banyak ditemukan di Tibet dan wilayah sekitar Himalaya di Asia Tengah.

Kata yak merujuk pada spesies jantan, sedangkan betina disebut dri atau nak . Yak liar mempunyai tinggi sekitar 2 meter di pundaknya, sedangkan yang diternak biasanya hanya setengah ketinggian tersebut. Kedua jenis tersebut sama-sama mempunyai bulu yang panjang untuk melindungi mereka dari kedinginan.

Yak liar umumnya berwarna hitam atau cokelat. Yak yang diternakkan juga ada yang berwarna putih. Yak banyak dimanfaatkan untuk diambil susu dan dagingnya. Susunya sendiri berwarna merah muda. Selain itu, hewan ini juga digunakan untuk mengangkut barang melewati medan berat seperti pegunungan.

Nah , di Pegunungan Himalaya, daging yak juga dijadikan sajian steak. KORAN SINDO pun mencicipi menu ini di Namche Bazar, Nepal. Daging yak sejenis sapi, tetapi jika dijadikan steak teksturnya sangat berbeda. Hal ini karena sehari-hari yak dipekerjakan untuk mengangkut barang-barang di Pegunungan Himalaya dari satu desa ke desa lainnya.

Tidak mengherankan, daging yak terasa lebih berotot dan berserat, bahkan lebih keras, sehingga sebenarnya kurang cocok dijadikan steak yang biasanya memiliki tekstur juicy . Namun, memang di Kathmandu, Thamel, atau salah satu desanya di Namche Bazar, sebagai menu, steak yak merupakan satu sajian spesial yang harus dicoba.

Seperti menu steak lainnya, side dish yang menyertai steak yak juga menambahkan sayuran dan potongan kentang goreng. Adapun sebagai saus pelengkapnya juga ditambahkan saus tomat atau mushroom sauce seperti steak pada umumnya.

Sayur yang tersaji memang tidak sesegar sayuran yang ada di daerah perkotaan, mengingat di Pegunungan Himalaya saat cuaca dingin sayuran cukup sulit dijumpai.

dyah ayu Pamela