Edisi 13-03-2018
KPK Tangkap Hakim-Panitera PN Tangerang


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sekitar sembilan orang, termasuk hakim dan panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Penangkapan dilakukan selepas transaksi dugaan suap pengurusan perkara perdata.

Tim KPK melakukan operasi tangkap tangan sehubungan de ngan dugaan penerimaan suap terkait pengurusan per ka - ra perdata di PN Tangerang se - kitar menjelang magrib ke ma - rin. Total ada sekitar sembilan orang yang diamankan. “Yang diamankan sekitar sem bilan orang. Ada hakim pe - rempuan PN Tangerang, pa ni - tera pengganti PN Tangerang, pengacara, dan lain-lain. Nilai dugaan uang suap sedang kita pastikan jumlahnya. Lagi dihi - tung uangnya. Ini terkait per - kara perdata,” ucap sumber inter nal Bidang Penindakan KPK kepada KORAN SINDO tadi malam. Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan tim penindakan KPK di la kukan berkoordinasi de - ngan aparat penegak hukum (APH) lain.

Meski begitu, Agus belum mau mengungkap jum - lah keseluruhan pihak yang di - tangkap hingga barang bukti apa yang diamankan saat pe - nangkapan terjadi. ”Memang ada kegiatan tim KPK berkoordinasi dengan APH lain di Tangerang. Untuk sementara ada sejumlah orang yang diamankan dan dilakukan pemeriksaan awal. Seleng kap - nya besok akan disampaikan informasinya,” tegas Agus. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menambahkan, ke - ma rin sore tim KPK su dah mengamankan sekitar tu juh orang. Mereka sudah di ba wa ke Gedung Merah Putih KPK un - tuk menjalani pemeriksaan le - bih lanjut.

Penangkapan ini ter - kait dengan dugaan transaksi penerimaan uang yang diduga suap terkait penegak hukum di PN Tangerang. “Tujuh orang tersebut un - sur nya hakim, panitera, pena si - hat hukum, dan swasta. Ada se - jumlah uang yang diaman kan. Diduga transaksi terkait de - ngan perkara perdata yang se - dang berjalan di PN Tangerang. Dalam rangkaian proses ini, KPK berkoordinasi dengan APH lain dan Bawas MA juga,” ucap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, ke marin. Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi me mas ti - kan, pihaknya memang mene ri - ma informasi bahwa ada OTT yang dilakukan KPK terkait de - ngan PN Tangerang. Ber da sarkan informasi yang diperoleh Suhadi, penangkapan terjadi se - kitar pukul 17.00 WIB.

Dari PN Tangerang, KPK meng aman kan seorang panitera peng ganti berjeniskelaminpe rempuandan sudah dibawa ke Gedung KPK. “Yang kita tahu (informasi yang diterima MA), panitera peng ganti cewek aja dengan yang pemberinya itu. Unsur ha - kim belum terima (informasi be lum diterima MA) karena ha - kim yang disebut sama PP (pa - nitera pengganti) itu dia (ha - kim) sedang berada di luar dae - rah,” ucap Suhadi saat dihu - bungi tadi malam. Untuk kaitan dugaan pene - rimaan uang, Suhadi menga ta - kan, MA belum mengetahui kaitannya dengan pengurusan perkara yang mana, termasuk apakah perkara perdata atau pidana. Hingga saat ini Suhadi mengatakan, pihaknya belum berkomunikasi dengan KPK.

Proses koordinasi akan terjadi setelah hasil final atas hasil OTT diumumkan oleh KPK. “Kan diolah dulu di sana (dilakukan pemeriksaan di KPK). (Koor di - nasi dengan KPK)‎ sebe - lum diumumkan resmi kepada masyarakat,” ujarnya. Hakim Agung Kamar Pidana MA ini menggariskan, pihak - nya sangat menyayangkan atas terjadi penangkapan pegawai/pejabat pengadilan sebagai akibat dari dugaan penerimaan uang yang diduga suap.

Sabir laluhu