Edisi 13-03-2018
Myanmar Bangun Pangkalan Militer di Bekas Desa Rohingya


YANGON – Setelah mengusir hampir 700.000 Muslim Rohingya keluar dari Myanmar menuju Bangladesh, militer kini membangun pangkalan di bekas tempat tinggal Rohingya di Rakhine.

Amnesty International mengungkapkan, laporan terbaru itu kemarin dengan menyebut bukti baru dari citra satelit. Sejak operasi militer Myanmar pada 25 Agustus lalu, sebanyak lebih dari 350 desa hancur terbakar di Rakhine. Laporan Amnesty menunjukkan beberapa desa Rohingya itu telah diratakan. “Ada pembangunan perumah an dan jalan secara cepat di wilayah itu, dan sedi kit - nya tiga fasilitas ke aman an baru sedang di bangun,” papar per - nyataan Amnesty Inter national dikutip kantor berita Reuters. Amnesty menyatakan, desa desa Rohingya di Myanmar itu digusur untuk membangun pang kalan militer. “Apa yang kami lihat di Rakhine ialah pe - rebutan lahan oleh militer dalam skala dramatis,” ujar Tirana Hassan, direktur respons krisis Amnesty.

“Pangkalan baru itu sedang dibangun untuk menampung pasukan keamanan yang sama dengan melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Ro - hing ya,” ujar Hassan. Sedikitnya empat masjid yang tidak terbakar telah di - hancurkan atau atap dan ba - han bangunannya diambil se - jak Desember lalu, saat konflik tidak dilaporkan di wilayah ter - sebut. Di satu desa Rohingya, citra satelit menunjukkan gedunggedung untuk pos polisi per - batasan baru tampak berdiri dekat masjid yang baru di han - cur kan. Juru bicara dari pemerintahan Myanmar yang di pimpin Aung San Suu Kyi dan militer tidak memberikan ko - mentar tentang laporan terbaru itu.

Para pejabat Myanmar menyatakan, desa-desa itu diratakan untuk membangun rumah-rumah baru bagi para pengungsi yang pulang. Myanmar dan Bangladesh telah mencapai kesepakatan pada November lalu untuk me mulangkan mereka yang kem bali dari Bangladesh. Myanmar menyatakan, kamp-kamp sementara untuk me nam pung para pengungsi itu telah siap, tapi prosesnya belum dimulai.

Syarifudin