Edisi 13-03-2018
Panitera PN Jakarta Selatan Divonis 4 Tahun


JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) nonaktif Tarmizi selama empat tahun penjara.

Tarmizi terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap bersandi sapi, kambing, ucapan terima kasih, hingga titipan dengan total Rp425 juta dari dua pemberi suap. Dua pemberi suap tersebut yakni advokat Akhmad Zaini (divonis 2 tahun 6 bulan) selaku kuasa hukum PT Aquamarine Divindo Inspection dan Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection Yunus Nafik (divonis 2 tahun 4 bulan). Selain menerima uang, Tarmizi juga menerima fasilitas menginap di hotel dan fasilitas mobil untuk bepergian saat berada di Malang dengan nilai Rp9,5 juta. Suap yang diterima Tarmizi agar memengaruhi hakim yang menangani perkara perdata wanprestasi Nomor: 688/Pdt.G/2016/PN.Jkt.Sel antara Eastern Jason Fabrication Services (EJFS) Pte Ltd melawan PT Aquamarine Divindo Inspection.

Dalam perkara ini, Tarmizi duduk sebagai panitera pengganti dengan ketua majelisnya adalah Djoko Indiarto. Tujuan agar majelis menolak gugatanyangdiajukanEasternJason Fabrication Services (EJFS) Pte Ltd yang menggugat PT Aquamarine Divindo Inspection agar membayar ganti rugi akibat wanprestasisejumlahUSD7.603.198,45 danSGD131.070,50. Kedua, agar majelis mengabulkan gugatan rekonvensi (gugatan balik) yang diajukan PT Aquamarine terhadap EJFS Pte Ltd membayar kewajiban sebesar USD4.995.011,57. Ketiga, sita jaminan yang diajukan PT Aquamarine bisa diterima.

“Mengadili, memutuskan, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Tarmizi selama 4 tahun dan pidana denda Rp200 juta yang apabila tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 1 bulan,” tegas ketua majelis hakim Ni Made Sudani saat membacakan amar putusan. Anggota majelis hakim Mochamad Arifin menambahkan, penerimaan suap juga dimaksudkan agar Tarmizi menghubungi hakim yang menangani perkara wanprestasi EJFS Pte Ltd melawan PT Aquamarine. Dari fakta persidangan, Arifin menggariskan bahwa Tarmizi sudah menghubungi hakim untuk memenangkan PT Aquamarine sesuai dengan kepentingan Akhmad Zaini.

Anggota majelis hakim lainnya, Agus Salim, menyatakan uang suap yang diterima Tarmizi harus dirampas untuk negara. Menurut Agus, dalam menjatuhkan amar putusan, majelis mempertimbangkan hal-hal meringankan dan memberatkan. Yang memberatkan, perbuatan Tarmizi tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencargencarnya melakukan pemberantasan tipikor. Sementara pertimbangan meringankan berlaku sopan selama persidangan, berterus terang, belum pernah dihukum, dan masih punya tanggungan keluarga berupa istri dan dua anak yang masih kecil.

“Terdakwa merasa bersalah sangat menyesali perbuatan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan,” ucap Agus. Atas putusan tersebut, Ketua JPU pada KPK Dody Sukmono mengaku masih pikir-pikir, sedangkan Tarmizi menerimaputusan.“Sayaterima,” ucapTarmizi.

Sabir laluhu