Edisi 13-03-2018
Anak Kapolrestabes Bandung Dibacok Begal


JAKARTA – Aksi komplotan begal di Jakarta semakin sadis. Kali ini korbannya, Raynaldi Kusheriadi, 21, putra kedua Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo.

Dari informasi yang dihim - pun, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pertanian, Pasar Ming - gu, Jakarta Selatan, sekitar pu - kul 03.00 WIB kemarin. Kapolres Jakarta Selatan Kom bes Pol Mardiaz Kusin men jelaskan, dari keterangan saksi yang membonceng kor - ban menyebut, insiden itu ter - jadi ketika korban hendak pu - lang ke rumah usai berkunjung ke kediaman kawannya yang ti - dak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). ”Di perjalanan, tiba-tiba kor - ban dihadang oleh pelaku se ba - nyak lima orang yang ber bon - cengan motor. Pelaku memakai dua motor, yaitu Honda Scopy ber bonceng dua dan Honda Supra berbonceng tiga,” ka ta nya.

Ketika itu, saksi dan korban berhasil lolos dari hadangan para pelaku. Namun, tepat di TKP pelaku mengeluarkan sen - ja ta tajam jenis celurit dan lang - s ung membacok korban. ”Setelah membacok, pelaku langsung kabur ke arah Jalan Raya Ragunan. Korban meng - alami luka di pinggul sebelah kiri akibat sabetan senjata ta - jam dan telah mendapat pera - wat an dengan 15 jahitan,” tu - turnya. Sementara korban langsung dilarikan ke RSUD Pasar Ming - gu untuk mendapatkan pera - wat an medis. Polsek Pasar Ming gu yang mendapat lapor - an tersebut langsung mela ku - kan olah TKP dan memeriksa kor ban.

"Setelah diobati, kor - ban diperbolehkan pulang dan saat ini dirawat di rumah," ujarnya. Terpisah, Kapolrestabes Ban dung Kombes Pol Hendro Pan dowo membenarkan bahwa putranya menjadi korban begal di Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut terjadi ketika Raynaldi dalam perjalanan pulang ke rumah. “Ya saya dengar anak saya jadi korban kejahatan saat sedang di jalan melewati Jalan Pertanian, Pasar Minggu,” ucapnya. Beruntung, mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swas ta di Jakarta itu berhasil me nyelamatkan diri.

”Tidak ada yang diambil, anak saya lang sung melarikan diri men - cari perlindungan ke arah pasar, ke tempat keramaian,” katanya. Mantan Kapolres Metro Ja - karta Pusat ini mengaku, Ray - naldi saat ini masih menjalani pera watan atas luka yang dida - pat nya. “Anak saya terluka di ping gang kena sabetan celurit pe laku. Saat ini masih dalam pe - ra watan. Selebihnya, saya be - lum tahu kondisinya,” ujar Hendro. Pihaknya sudah berkoor di - nasi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan ter - kait kasus yang menimpa anak - nya.

”Semoga pelakunya cepat terungkap oleh jajaran Polres Jakarta Selatan di-back upPol da Metro Jaya," katanya. Kriminolog Universitas In - do nesia (UI) Ferdinand Andi Lolo mengatakan tindakan pe - la ku kejahatan jalanan saat ini semakin sadis. Karena mereka tidak pandang bulu dalam men - cari korbannya. Jika dirasa me - mungkinkan, pelaku akan men - ja dikannya sebagai sasaran se - per ti yang dialami anak Kapol - restabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo. “Ketika bertindak mereka (pelaku) tidak akan mena nya - kan identitas korbannya. Ar ti - nya, mereka melakukan tanpa diskriminasi dan ini adalah hal lumrah,” katanya.

Hal yang menjadi perhatian pelaku saat beraksi adalah se - berapa besar potensi bisa di am - bil dari korban. Mereka akan mem perhitungkan situasi, ca - lon korban, dan properti yang akan diambil. “Mereka akan me lihat apa - kah target mem be ri kan ke su - lit an atau tidak. Apa kah situasi se ki tar memu dah kan atau tidak,” katanya. Kemudian benda yang diba - wa korban juga akan menjadi perhatian pelaku. Semakin men colok benda yang dimiliki korban semakin besar ke - inginan pelaku merampasnya.

“Yang ingin dikuasai adalah propertinya, jadi sebisa mungkin jangan mencolok perhatian. Kemudian kalau terpaksa keluar rumah pada jam rawan, maka diusahakan berkelompok. Pe - tu gas harus mengusut kasus ini. Jangan hanya didiamkan be - gitu saja. Harus tetap ditin dak - lanjuti,” tuturnya.

Helmi syarif/ aguswarsudi/ r ratna purnama