Edisi 13-03-2018
Pesawat Jatuh di Nepal, Puluhan Tewas


KATHMANDU – Pesawat turboprop berjenis Bombardier Dash-8 Q400 yang dioperasikan maskapai asal Bangladesh, US Bangla, mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, Nepal.

Puluhan penumpang dan awak kabin dilaporkan tewas dalam kecelakaan itu. Juru bicara militer Nepal, Go - kul Bhan dari menyatakan, se - di kit nya 50 orang tewas dalam ke ce la kaan pesawat yang te r - ja di ke ma rin. “Sejauh ini kita ber hasil meng evakuasi 50 je - na zah,” kata Bhandari. “K esempatan menye la matkan korban selamat sangat ke cil. Pesawat terbakar sangat parah,” kata juru bicara militer Gokul Bhandari. Jumlah korban tewas da - lam tra gedi tersebut memang ma sih sim pang siur. BBC melapor kan ke celakaan pesawat mas kapai US-Bangla itu me - ne waskan se di kitnya 38 orang.

“Sebanyak 17 orang di - la porkan selamat,” ung kap pe - tu gas kepolisian di lan sir BBC. Na mun, 10 orang lain n ya be - lum diketahui nasibnya. Para tim penyelamat ber ha - sil menarik beberapa korban se - la mat dari pesawat yang ter ba - kar. Mereka juga mengevakuasi je nazah yang terbakar. Pesawat d e ngan nomor penerbangan BS211 itu jatuh di dekat la pang - an lepas landas pada kemarin siang. Seluruh penerbangan di Ban dara Internasional Tri bhu - van pun dibatalkan. Melansir Channel News Asia, ke celakaan pesawat di bandara Kath mandu itu menewaskan se dikitnya 40 orang dan 23 orang lainnya terluka.

Pesawat yang mengangkut 67 pe num - pang itu mengalami kecelakaan saat mendarat. “Kita sudah ber - ha sil menarik jenazah dari ba - dan pesawat dan korban luka da ri puing-puing pesawat,” ujar ju ru bicara Pemerintah Nepal Na rayan Prasad Duwadi. Sebanyak 69 penumpang, ter diri atas 33 warga Nepal, 32 orang Bangladesh, satu dari Chi na, dan satu dai Maladewa. “Tiba-tiba pe - sa wat berguncang ke ras dan ter dengar ledakan ke ras,” kata kor ban selamat, Ba san ta Boh o - ra, kepada Kath man du Post.Dia meng aku duduk di de kat jen de - la dan bisa keluar se te lah me me - cah jendela ter se but. Menurut Raj Kumar Chet - tri, ma najer Bandara In ter na - sio nal Kath mandu, pesawat itu jatuh dan meledak.

Se be - lum jatuh, pi lot pesawat itu me minta izin un tuk me n da - rat. Pilot itu ingin men darat da r i arah utara. “K e ti ka dit a - nya, apakah ada masalah, dia men j awab negatif,” tuturnya. Pesawat itu membuat dua pu taran di arah timur laut. Pe tu - g as pengontrol penerbangan kem bali menanyakan apakah se mua baik-baiknya. “Pilot me - n ga takan, ya,” ucapnya. Setelah itu petugas mengatakan arah pe sa wat salah. Setelah itu, tidak ada jawaban.

“Pesawat seh a rus - nya datang dari arah kanan. Be - gi tu pesawat mendarat lang - sung menghantam pagar dan ter bakar,” terangnya. Juru bicara bandara meng - ung kapkan pihaknya telah ber - usa ha memadamkan api yang mem bakar pesawat. Dia tidak men jelaskan detailnya karena in formasi masih terus ber kem - bang. Seluruh penerbangan di ban dara tersebut ditunda me - nyu sul kecelakaan itu. “Kita ma - sih fokus memadamkan api. De - tail informasi akan di be ri ta hu - kan nanti,” ujar juru bicara ban - da ra Birendra Prasad Shrestha. Ditambahkan petugas ba n - da ra lainnya, Prem Nath Tha kur, pe sawat terbakar setelah ter ge - lin cir dari lapangan lepas lan das.

Pe nyebab kecelakaan itu masih di selidiki. Para pe ja bat menduga itu disebabkan fak tor teknis yang meng aki bat kan pesawat ti - dak stabil saat men darat. Na - mun, banyak pi hak menduga pe - sa wat itu jatuh ka rena kesalahan yang di la ku kan pilot. Seorang pejabat otoritas pe - ner bangan mengungkapkan pe sawat itu mengalami ke hi - lang an kendali saat berusaha men darat. “Pesawat diizinkan men darat di sisi selatan lan das - an dan terbang di atas Ko tesh - wor. Tapi, pesawat itu mendarat di sisi utara landasan,” ujar pe ja - bat otoritas penerbangan San - jiv Gautam dilansir Express.

Dia mengungkapkan pi hak - nya belum mengetahui alasan di balik pendaratan yang tak bia - sa tersebut. Situs pelacak penerbangan Air Live menyatakan, pesawat pe numpang Bangladesh me n - ja di tidak stabil saat hendak men darat sehingga pesawat itu meng alami kecelakaan di ban - da ra Kathmandu, Nepal. Kemudian menurut Flight - Ra dar24, pesawat yang meng - alami kecelakaan itu adalah Bom bardier Dash 8 Q400 yang te lah berusia 17 tahun. Pesawat itu turun hingga ketinggian 4.400 kaki dan naik lagi menuju 6.600 kali sebelum akhirnya ja - tuh dua menit kemudian. Para saksi mata meng ung - kap kan asap hitam menga ng ka - sa di dekat bandara Kath man - du.

“Pesawat baru jatuh di Ban - da ra Internasional Kathman - du. Oh Tuhan!” kata saksi mata yang mengunggah informasi ter sebut di Twitter. Pesawat itu ter perosok hingga lapangan se - pak bola di dekat bandara se ki - tar pukul 14.20 siang. Sementara seorang sopir di per usahaan minyak di Kat h - man du, Kailash Adhikari meng - ung kapkan, dia mendengarkan sua ra ledakan seperti bom me - le tus. “Petugas pemadam ke ba - kar an membutuhkan waktu se - la ma 15 menit untuk mema - dam kan api,” kata Adhikari. Otoritas penerbangan N e pal ma sih menyelidiki ke ce la ka an ter sebut. “Bisa jadi ada ma s a lah tek nis pada pesawat. Na mun, itu mes ti diselidiki seb e lum kita memb uat pernyataan ak hir,” kata Mah bubur Rahman da ri otoritas pe n erbangan sipil Bangladesh.

Wilayah Nepal yang me mi - liki kontur pegunungan me nye - bab kan kecelakaan di wilayah itu. Pesawat Thai Airways yang ter bang dari Bangkok meng - alami kecelakaan saat mendarat di Kathmandu pada 1992 dan me newaskan seluruh penu m - pang dan awak kabin. Maskapai US-Bangla me ru - pa kan salah satu anak per usa - haa n US-Bangla Group, per usa - ha an gabungan antara Bang la - desh dan Amerika Serikat. Ma s - ka pai itu mulai beroperasi pada Ju li 2014. Mereka meng gu na - kan pesawat buatan Bom bar - dier Inc dan Boeing.

Heli Jatuh di New York

Helikopter yang meng ang kut enam orang jatuh di Sungai Ti - mur, New York City, pada Ming gu (11/3) waktu se tem pat. Kece la - ka an itu mene was kan seluruh pe numpangnya, te ta pi pilot ber - ha sil me nye la mat kan diri. Sebelum kecelakaan terjadi, pi lot mengabarkan meminta ban tuan. “Mayday, mayday, may day,” ujar pilot kepada me - na ra pemantau. “Mesin mati. Kita meng - alami mesin mati di Sungai Ti - mur,” ujarnya. Dua dari lima penumpang me ninggal di lokasi kejadian.

“Ti ga orang sempat dilarikan ke r umah sakit, tetapi mereka me - ning gal,” demikian keterangan Po lisi New York dan para pe ja - bat dinas pemadam kebakaran. Me reka menyatakan pilot bisa me nyelamatkan diri dan di ra - wat di rumah sakit. Federal Aviation Ad mi nis tra - tion (FAA) menyatakan he li kop - ter Eurocopter AS350 jatuh di de - k at Pulau Roosevelt pada pu kul 19.00 malam. Penyebab ke ce la - ka an masih diselidiki. Ba dan Ke - se la matan Transportasi Na sio - nal (NTSB) baru tiba di lo ka si ke - ce lakaan kemarin dan lang sung me laksanakan penyelidikan. “Itu tragedi besar,” kata K o m i - sio ner Pemadam Kebakaran New York Daniel Nigro dilansir Reuters.

“Butuh waktu bagi para pe - nye lamat untuk menye la mat - kan penumpang yang teng ge - lam,” tuturnya. Nigro mengungkapkan pe - ny e lam bisa mencapai h e li kop - ter yang tenggelam 15 meter dan temperatur sungai men ca - pai 4 derajat celsius. Dalam video yang diunggah ke media sosial tampak heli kop - ter berwarna merah terbang me nurun sebelum mendarat de ngan hempasan di per mu ka - an air. Kemudian ketika mulai teng gelam baling-balingnya ma sih berputar. Komisioner Polisi New York Ci ty James O’Neill mengatakan pe s awat terdaftar atas nama Li - ber ty Helicopters.

Hal itu me ru - pa kan jasa pelayanan penye wa an he likopter dan tur di sekitar New York. Pesawat itu juga se ring di se - wa untuk kepentingan fo to. Pasuk an Penjaga Pantai AS ju g a m e - ngi rimkan tiga kapal un tuk mem - ban tu operasi penyelamatan.

Andika hendra




Berita Lainnya...