Edisi 13-03-2018
Tiga Tim Indonesia Raih Tiket ke Inggris


YOGYAKARTA –Tiga tim asal Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan menjadi jawara dalam ajang kompetisi mobil hemat energi tingkat Asia, ShellEcoMarathon(SEM) di Singapura pada 7-11 Maret lalu.

Pada kategori Drivers World Championship (DWC ) regional Asia atau adu cepat mobil hemat energi, mobil dari tim Semar Urban Universitas Gadjah Mada (UGM) melaju paling cepat dan meraih juara I, sedangkan Tim Sapuangin Institut Teknologi Surabaya (ITS) juara II dan Tim Garuda dari Universitas Negeri Yogya - karta (UNY) juara III. Perwakilan Indonesia ini berhasil menyisihkan 120 tim dari perguruan tinggi se-Asia dan Australia. Saat awal race sempat terjadi per tarung an sengit antara tim-tim dari Indonesia dengan tim tuan rumah Singa - pura. Sejak awal start, mobil Tim Nogo - g e n i I T S yang berada di pole position terus memimpin dengan diba - yangimobiltimNTUSingapura di posisi 2.

Kondisi berubah drastis saat memasuki lap 8 dari 9 lap yang harus diselesaikan. Nogogeni ITS bersamaan dengan NTU Singa pura terus mengalami penurunan posisi tergantikan oleh Semar Urban UGM dan Sapuangin ITS yang bergantian menduduki posisi puncak. Hingga akhirnya sampai finish lap 9, Semar Urban UGM ber tahan di posisi terdepan, disusul Sapuangin ITS di urutan ke-2, dan Garuda UNY posisi ke-3. Sorak gembira dan tangis penuh keharuan dari ketiga ang gotatimitupuntakter ben - dung lagi. Dengan raihan pres - tasi ini, ketiga tim bakal me - wakili Asia dalam grand final DWC di London, Inggris, pada 8 Juli men - datang.

DWC merupakan ajang bergengsi kompetisi otomotif dunia tingkat mahasiswa. Se - lain menguji kecepatan ken - dara an dan keandalan penge - mudinya, mobil yang dipacu harus hemat energi. Faktor keselamatanjugamenjadipoin wajib yang harus dikuasai peserta. Ketua Tim Semar Urban Antonius Adhika mengata - kan, prestasi yang diraih tim - nya sangat membanggakan karena UGM baru pertama kali mengikuti ajang SEM. Se - lain menjadi yang terbaik di kate gori DWC, Tim Semar juga meraih juara II kategori urban gasoline di kelas inter - enal combustion engines (ICE) serta juara IV kategori proto electrik di kelas battery electric.

Menurut Andhika, pada kategori proto electric, Tim Semar sempat bertengger di posisi ke-2. Namun, karena ada masalah di bearing (ban - tal an) yang pecah saat di akhir lomba, maka finish di urutan ke-4. “Pencapaian ini s u d a h bagus dan banyak pengala - man yang kita dapatkan untuk bahan perbaikan ke depan,” katanya. Pembimbing Tim Semar, Jayan Sentanuhady menam - bah kan, diharapkan saat tampil diDWCdiLondon, anakdidik nya bisameningkatkanpres tasi.“Ini yang susah, oleh sebab itu, ra - mu an antara per forma mesin, aerodinamika bodi ken daraan, keandalanstrukturken daraan, dan habit pengemudi menjadi ajang racikan pas. Ini tan tang - annya, mem-balance dari halhal di atas,” kata dosen Teknik Mesin UGM itu.

Terpisah, Manajer Tim Garuda Ilham Novi Yoga men - jelaskan, selain juara 3 DWC regional Asia, timnya juga men jadi juara 3 kelas ICE kate - gori urban gazoline dan juara 1 kelas safety award kategori proto electric. “Kami sangat bersyukur karena mendapatkan tiket ke kompetisi dunia di London,” katanya. General Manajer Tim Sapuangin Rafi Rasyad meng - aku senang dengan keber - hasil an timnya meraih tiket ke London. “Alhamdulillah, akhir nya Sapuangin ber - hasil ikut ber tarung di DWC London berkat kerja sama tim yang baik, se - moga nanti bisa menjadi terbaik juga di sana,” ujar Rafi.

Priyo setyawan/ aan haryono