Edisi 13-03-2018
BNPT Bisa Akses Data Penduduk di Kemendagri


JAKARTA – Pemberantasan terorisme diharapkan akan lebih maksimal dengan diberikannya akses data kepen dudukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dengan adanya akses data kependudukan ini, per - gerak an terorisme akan lebih termonitor. Akses data kependudukan ini merupakan bagian dari nota kesepahaman atau MoU antara BNPT dan Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) terkaitdata kependudukan untuk penang - gulan gan terorisme. Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan kerja sama ini akan memudahkan penanggulangan terorisme di Tanah Air. Dia mengaku bahwa Ke - mendagri mengusulkan agar digunakannya data kepen - duduk an sebagai salah satu upaya pencegahan terorisme. Analisis data tersebut nantinya digunakan untuk meningkat - kan pengawasan.

“Pengawasan terhadap infiltrasi orang, ba - rang, dan ideologi yang ber ten - tangan dengan Pancasila UUD 1945,” paparnya. Pada kesempatan itu, Suhardi mengatakan bahwa BNPT telah memberikan data 600 mantan lebih mantan pe - laku teror di 24 provinsi. Me - nurutnya, data ini nantinya dapat digunakan untuk me - laku kan pemetaan sehingga ter pantau kegiatan para nara - pidana terorisme, mantan napi terorisme, mantan teroris, dan termasuk keluarganya. “Sehingga Kemendagri bisa monitor melalui jajarannya di bawah. Di mana mereka tinggal, dan dengan siapa mereka ber - gaul, sehingga kita bisa me me - takan agar mereka tidak kem - bali bergabung dengan kelom - pok sebelumnya,” paparnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo me - nambahkan, MoU ini me rupa - kan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang (UU) Adminis - trasi Kependudukan (Adminduk) di mana data ke pendudukan dapat dimanfaatkan meningkatkan kualitas pe layanan publik, pembangunan demokrasi, pene - gakan hukum, serta mencegah terjadinya kriminalitas. Tjahjo berharap dengan kerja sama ini dapat mendukung program pe - nanggulangan terorisme sehing - ga lebih optimal dan tepat sa - saran.

“Semoga MoU ini dapat memberikan pendekatan baru terhadap mantan napi teror - isme, keluarga dan jaringannya secara efektif dan efisien,” katanya.

Dita angga