Edisi 13-03-2018
Bansos Dijamin Cair Tepat Waktu


JAKARTA – Pemerintah memastikan pencairan bansos Program Keluarga Harapan (PKH) bakal dikawal ketat sebab bansos yang cair empat kali setahun ini harus diterima tepat waktu.

Pencairan bansos PKH tahap pertama kepada 10 juta ke luar ga penerima manfaat (KPM) yang masing-masing men erima Rp500.000 telah tuntas Fe bru a - ri lalu, sedangkan bansos tahap kedua akan cair Mei de ngan nominal yang sama, tahap ketiga pada Agustus juga nomi nal yang sama, dan tahap akhir No - vember sebesar Rp390.000. “Bansos PKH harus tuntas disalurkan agar rakyat dapat me - nikmati apa yang telah dijanji kan oleh presiden,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, kemarin. Lebih lanjut, Idrus men jelas - kan bahwa hingga 11 Maret 2018 telah disalurkan bansos PKH kepada 9.576.843 KPM de ngan anggaran Rp4,79 triliun.

Adapun KPM yang telah men - cairkan bantuannya di bank sebanyak 7.340.277 KPM atau sekitar 80,26%. Sementara yang sudah di - terbitkan surat perintah mem - bayar (SPM) sebanyak 9.776.625 KPM atau 98%, dan yang sudah diterbitkan surat perintah pen cair an dana (SP2D) sebanyak 9.576.843 KPM atau 96%. “Sebanyak 188.956 KPM dalam proses pemberian nomor register PKH dan Id-Unique number bansos serta kode wi - layah oleh pusat data dan infor - masi. Selain itu, 34.419 calon KPM dalam proses verifikasi ulang ke daerah karena data belum lengkap sehingga belum bisa di buka rekeningnya secara kolektif,” ungkap Mensos.

Politikus Golongan Karya ini menyatakan perbankan yang ditunjuk telah men transfer da - na nya sesuai per mintaan Ke - mensos. Dana Rp500.000 itu selanjutnya ditransfer lang - sung ke masing-masing re ke - ning KPM. Menurut Idrus, peng awalan ketat proses pen - cairan bansos PKH di seluruh Indonesia ini tidak hanya dilakukan oleh Kemensos yang menurunkan seluruh pejabat eselon satu dan dua untuk me - mantau, tetapi juga melibat kan Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara), DPR melalui Komisi VIII, serta pemerintah daerah (pemda). Bahkan, lanjut dia, ketua DPR ikut terjun memantau penyaluran bansos PKH di Brebes dan Kebumen, Jawa Tengah awal Maret lalu. Sementara terkait dengan perluasan PKH 2019, Presiden Joko Widodo pada penyerahan bansos di Gresik, Jawa Timur (8/3) lalu, memastikan bahwa jumlah penerima bansos PKH akan ditingkatkan menjadi 15 juta KPM.

Presiden juga mene - gas kan bahwa nominal bansos PKH yang akan diterima KPM juga akan dinaikkan. Sebagai gambaran, jumlah penerima bansos PKH pada 2017 sebanyak 6 juta KPM, se - dangkan pada 2018 meningkat menjadi 10 juta KPM, dan pada tahun depan menjadi 15 juta KPM. Perluasan penerima bansos pada 2019 membutuhkan sum - ber daya manusia (SDM) se kitar 65.000 tenaga ahli. Sementara itu, SDM yang su dah ada saat ini sebanyak 41.182 orang se hing ga diperlu kan penambahan SDM sebanyak 23.818. Selain itu, diperlukan per - siapan paling tidak selama lima bulan yang dimulai Agustus 2018.

“Selama lima bulan, kita akan melakukan berbagai per - siapan mulai penetapan lokasi, validasi calon KPM, rekrutmen dan bimbingan teknis SDM, pembuatan KKS, personifi kasi, pembukaan rekening, hingga penyediaan sarana dan prasa - rana komputer dan alat peng - olah data,” ujar Idrus. Direktur Hubungan Ke - lembagaan dan Transaksional Perbankan Bank BNI Adi Sulistyowati atau yang akrab disapa Susi menjelaskan, per - bankan memang sudah me - nyepakati bahwa Februari ini sudah harus tuntas pencairan bansosPKHyangtahappertama.

Dia menjelaskan, bansos PKH tahap pertama dengan jumlah KPM 9,5 juta penye rap - annya sudah 98,25%. Selain bertugas menyalurkan, per - bank an juga melakukan edu kasi kepada masyarakat pene rima manfaat, yakni jangan sampai uangnya dihabiskan, tetapi disisakan untuk dita bung guna keperluan men datang.

Neneng zubaidah