Edisi 13-03-2018
Direktur Tanggap Darurat BNPB Tersangka


MANADO - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menetapkan Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Junjun Tambunan (JT) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di Desa Likupang Minahasa Utara tahun 2016.

Berdasarkanhasilpenyidikan, JT diduga berperan aktif dalam menyetujui permintaan dana siap pakai dari BPBD Minahasa Utara sebesar Rp15 miliar. Padahal dalam faktanya, di daerah tersebut tidak terjadi bencana. “JT sudah ditetapkan tersangka karena terbukti menyalahgunakan wewenang dalam pencairan dana proyek pemecah ombak Likupang,” ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulut Yoni E Mallaka kemarin. Menurut Mallaka, meski sudah ditetapkan tersangka, pihaknya belum menahan JT. Pemeriksaan awal baru akan dilakukan Selasa 13 Mei 2018 mendatang.

“Kami belum melakukan penahanan terhadap tersangka,” jelasnya. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengaku sudah mengetahui perihal penetapan tersangka tersebut. “Kami sudah tahu, dan BNPB sepenuhnya menghormati proses hukum yang berlaku,” ujar Sutopo saat dikonfirmasi. Sebelumnya, Kejati Sulut sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah RT selaku mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara 2016 yang juga KPA, SHS selaku PPK dan RM selaku direktur PT MMM pelaksana pekerjaan.

Para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum dalam Pekerjaan Proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara tahun 2016 dengan pagu anggaran Rp15 miliar. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp8,8 miliar sesuai hasil perhitungan BPKP PerwakilanSulawesiUtara. Tim jaksa penyidik yang diketuai Erwin Purba telah menyerahkan tersangka dan barang bukti karena perkara tersebut telah lengkap atau P-21. Penyerahan dari penyidik Kejati Sulut ke Penuntut Umum pada KejaksaanNegeri MinahasaUtara (Kejari Minut) dilaksanakan di KantorKejaksaanTinggi Sulut.

Selanjutnya, jaksa pada Kejari Minut yang diketuai Slamet Riyanto melakukan penahanan terhadap 3 tersangka tersebut yang sebelumnya telah ditahan oleh Penyidik Kejati Sulut pada tahap penyidikan. Ketiga tersangka digelandang ke dalam mobil operasional kejaksaan dan langsung dibawa ke Rumah Tahanan Manado. Kajati Sulawesi Utara Mangihut Sinaga mengatakan kasus tersebut ditargetkan akan dilimpahkan ke pengadilan. Kendati sudah berproses di pengadilan nantinya, proses penyidikan kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp8,8 miliar tersebut tetap dilanjutkan oleh Kejati Sulut.

“Pengembangan kasus tetap dilakukan. Jika ditemukan ada alat bukti yang cukup yang bisa menjerat pihak lain, pasti kami proses sesuai hukum yang berlaku,’’ tukasnya. Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1), Pasal3 jo Pasal18Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun2001tentangPemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1KUHP.

Okezone

Berita Lainnya...