Edisi 13-03-2018
Penjualan Toyota di Pasar Domestik Tembus 56.267 Unit


JAKARTA – PT Toyota-Astra Motor (TAM) berhasil mencatat kan kinerja moncer selama dua bulan pertama 2018. Pabrikan Jepang ini mem bukuk an penjualan wholesale sebesar 27.665 unit di pasar domestik atau naik 8,9% dibandingkan bulan sebelumnya 25.405 unit.

Kinerja ini tidak hanya memberikan rasa optimistis, tapi juga memper - kuat posisi Toyota bertahan sebagai market leader di tengah pasar yang kian kompetitif. “Munculnya produk-pro duk baru memberikan pilihan yang kian beragam untuk konsumen sekaligus membuat pasar se ma - kin kompetitif. Ini memberikan angin segar bagi perkembangan pasar automotif nasional dan akan semakin mendorong pelaku industri otomotif nasional menawarkan yang terbaik kepada konsumen, termasuk Toyota,” kata Vice President PT Toyota-Astra Motor Henry Tanoto di Jakarta, kemarin. TAM merupakan Agen Pemegang Merek (APM) dengan rentang produk paling luas mencapai lebih 20 produk yang mengisi semua segmen pasar automotif nasional mulai dari sedan, hatchback, MPV, SUV, dan kendaraan komersial lain nya.

Di pasar ritel, total pen jual an Toyota pada Februari lalu mencapai 27.772 unit sehingga total penjualan sepanjang dua bulan pertama 2018 sudah mencapai 56.267 unit. Angka itu di antara - nya berasal dari penjualan Avanza mencapai 6.451 unit. Secara nasional total penjualan wholesale dari pabrikan ke dealer hingga Februari 2018 mengalami penurunan signifikan, yaitu sekitar 9% dari 95.865 unit pada Januari men jadi 86.546 unit. Hampir semua brand terlihat mengurangi suplai untuk pasar wholesale di hampir semua segmen, ter masuk segmen low MPV yang merupakan ceruk pasar terbesar. Pada segmen ini Toyota juga mengurangi suplai Avanza se - hingga data penjualannya sedikit mengalami penurunan.

Penjualan wholesale Avanza pada Februari tercatat 6.773 unit sehingga total penjualan dalam dua bulan pertama tahun ini mencapai 14.316 unit. “Penurunan suplai wholesale untuk Avanza merupakan bagi - an dari strategi TAM menjaga ke - seimbangan suplai dan demand di antara masing-masing produk. Ini kami lakukan agar setiap pelanggan memperoleh total ownership benefit yang sama di semua segmen dan produk,“ kata Henry.

Dia menambahkan, daya serap pasar untuk Avanza stabil sehingga pihaknya optimistis pada Maret ini penjualan akan naik seiring dengan pening kat an suplai ke dealer atau whole sale. Sejak diluncurkan generasi pertama Avanza dipasarkan tahun 2014 lalu, mobil ini terus bertahan sebagai market leader dan mobil terlaris di pasar automotif nasional. Daya tarik Avanza sebagai low MPV mam pu meng - hadapi persaingan yang kian ketat dengan masuknya ber bagai model baru dari ber bagai brand di segmen yang sama.

“Kami bersyukur, pengalaman panjang dalam mene rap kan konsep total ownership benefit experience yang dite rap kan Toyota terhadap berbagai produk, berhasil menjaga posisi kinerja Avanza sebagai mobil low MPV yang paling diminati,” kata Henry. Sementara permintaan ter - hadap mobil medium SUV New Rush yang dirilis pada November 2017 lalu terus me ningkat. Di - bandingkan pada pe riode sama tahun 2017, angka penjualan New Rush dalam dua bulan pertama tahun ini mengalami peningkatan lebih dari 113% atau naik dua kali lipat. Sejak resmi dipasarkan awal 2018, penjualan New Rush di pasar wholesale sudah mencapai 6.991 unit yang berasal dari penjualan selama Januari se banyak 3.416 unit dan naik menjadi 3.575 unit pada Februari lalu.

Total penjualan Januari-Februai 2018 sudah mencapai 6.991 unit diban ding kan dengan Januari- Februari 2017 tercatat 3.656 unit. “Kami berharap respons positif yang begitu besar ter ha - dap kehadiran New Rush tidak sebatas memperkuat kinerja penjualan TAM, tapi juga dapat memperbesar ceruk pasar medium SUV di pasar automotif nasional,” kata Executive Gene - ral Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto. Tingginya minat pelanggan terhadap New Rush membuat indent menjadi besar. Hal ini menjadikan TAM memberikan alokasi lebih besar pada Rush dibandingkan dengan produk lain di pabrikan yang sama, tapi tetap tidak mengganggu pela - yanan terhadap produk Toyota lainnya.

“Untuk Rush, kami berusaha agar Rush dapat cepat ter-delivery kepada customer se hing ga mereka tidak perlu me nunggu lama. Ini menjadikan kami memberikan alokasi lebih besar kepada Rush diban ding kan dengan produk lain di pa brikan yang sama, tapi tetap men jaga agar tidak meng gang gu pelayanan ter hadap produk Toyota lainnya,” katanya.

Anton c