Edisi 13-03-2018
Sisi Manusiawi MU


MANCHESTER –Jose Mourinho memberi definisi jelas dari sistem permainan yang dianut. Pelatih Manchester United (MU) tersebut mengatakan dirinya tipikal pelatih yang membuat pemainnya menjadi manusiawi di lapangan, bermain berdasarkan imajinasi, dan bekerja berdasar naluri.

Bukan robot yang bekerja dan ber ge - rak berdasarkan instruksi mekanis de ngan struktur yang diatur dari awal. Dia tidak selalu meminta pe - mainnya melakukan passing dari A ke B, B umpan kepada C, C berikan ke - pada D. “Saya memberikan ke be bas - an kepada pemain mengambil ke pu - tus an di lapangan. Karena, saya lebih suka membantu mereka mem persiapkan diri dengan baik menjalani pertandingan dan merasakan atmosfer laga,” kata Mourinho, dikutip Telegraph. Pernyataan tersebut disampaikan Mourinho setelah timnya menga lah kan Liverpool 2-1 di Stadion Old Traf ford. Meski begitu, semua paham ka limat itu sesungguhnya disampaikan kepada Pelatih Man chester City (Man City) Pep Guardiola.

Seteru lama Mou rinho tersebut memang dikenal de ngan permainan indahnya, ter utama sepak bola tikitaka saat di Barcelona dan penguasaan bola bersama Man City. MU di bawah Mou memang tidak seindah saat masih ditukangi Alex Fer guson. Tak seagresif ketika di po - les pelatih asal Belanda Louis van Gaal dengan formasi 3-4-3-nya. Di era Mou, The Red Devils lebih prag - matis. Tidak terlalu menarik, karena bermain bertahan saat bertemu ang - gota big six dan kadang kalah saat melawan tim antah berantah. Saat mereka diprediksi bisa me - raih kemenangan, ternyata gagal total.

Bukan hanya imbang, tapi justru tumbang. Salah satu laga yang di prediksi dimenangkan MU adalah saat bertandang ke Sevilla di leg pertama ba bak 16 besar Liga Champions. Fak - ta nya, Antonio Valencia dkk justru ha rus puas dengan hasil imbang tanpa gol. Hasil yang membuat MU diragu - kan bisa mengalahkan Chelsea dan Liverpool pada lanjutan Liga Primer. Faktanya, MU dengan perkasa me - nundukkan The Blues dan The Reds de ngan meyakinkan. Sisi manusiawi MU yang membuat pendukungnya geregetan.

Dini hari nanti, MU akan menjalani leg kedua melawan Sevilla di Old Trafford. Hasil imbang tanpa gol di leg pertama seharusnya menjadi modal menguntungkan, karena berapa pun skornya, asal menang, MU akan melangkah ke perempat final Liga Champions untuk pertama kali sejak 2013/2014. Jika ada yang agak meng kha wa - tir kan, itu rekor pertemuan MU de - ngan wakil Primera Liga. Dari 23 pertemuan, The Red Devils hanya men - catatkan 9 kemenangan, 10 imbang, dan 4 kali kalah. Mou memang punya catatan bagus saat bertemu Sevilla, karena menang tujuh kali dari delapan pertemuan saat menukangi Real Madrid. “Sevilla merupakan laga yang lebih penting ketimbang Liverpool,” tutur Mourinho, dikutip dari Skysports.

Selain Sevilla, Mou juga menyebut jika pertandingan lanjutan Piala FA me lawan Brighton juga penting karena keduanya merupakan laga hidup mati. “Sevilla dan Brighton adalah partai hidup atau mati sehingga dua partai ke depan itu lebih penting ketimbang yang kemarin,” tandasnya. Melawan Sevilla, Mou juga lebih ber untung karena kondisi timnya ham pir tidak ada masalah. Mou sudah bisa bernapas lega karena se tidak nya telah menemukan komposisi yang pas untuk lini tengah dan depan, ter ma suk skenario jika Paul Pogba menepi. Namun, yang paling menarik adalah komposisi pe nyerang MU.

Di luar nama Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez, Mou justru menemukan berkah dari rotasi yang dilakukan pada diri Marcus Rashford, Jesse Lingard, dan Anthony Martial. Tiga pemain ini secara bergantian memperlihatkan kontribusi besar saat menjadi pemain inti. Melawan Sevilla, Martial kemungkinan menjadi pilihan utama mendampingi Lukaku dan Sanchez. Berbeda dengan MU, kondisi Se - villa sedang kurang bagus. Sebelum terbang ke Manchester, mereka me - nelan kekalahan 0-2 dari Valencia.

Kekalahan yang membuat posisi mereka di zona Liga Champions terancam. Pelatih Sevilla Vincenzo Montella sendiri belum bisa melupakan ke gagalan meraih kemenangan di leg pertama. “Kami berkali-kali men cipta kan peluang mencetak gol, namun kurang beruntung saat menyelesaikannya. Kami sangat menyesal. Namun, segala kemungkinan masih terbuka bagi kami,” tutur Montella.

Ma’ruf

Berita Lainnya...